25.5 C
Mataram
Kamis, 12 Maret 2026
BerandaLombok BaratPelabuhan Lembar–Padangbai Ditutup Sementara Saat Nyepi, Masyarakat Diimbau Mudik Lebih Awal

Pelabuhan Lembar–Padangbai Ditutup Sementara Saat Nyepi, Masyarakat Diimbau Mudik Lebih Awal

Lombok Barat (Inside Lombok) – Lintas penyeberangan Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, dengan Pelabuhan Padangbai, Bali, akan ditutup sementara saat perayaan Nyepi yang bertepatan dengan puncak arus mudik Lebaran 2026. Penutupan dimulai pada 18 Maret 2026 pukul 21.00 Wita hingga operasional kembali dibuka pada 20 Maret 2026. Masyarakat yang akan melintas di jalur tersebut diimbau untuk melakukan perjalanan mudik lebih awal sebelum penutupan diberlakukan.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar, Syamsurizal, mengatakan penutupan dilakukan untuk menyesuaikan dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Bali. “Untuk Nyepi, lintas penyeberangan Lembar–Padangbai ditutup mulai 18 Maret pukul 21.00 Wita,” ujar Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar, Syamsurizal saat dikonfirmasi, Selasa (10/03/2026).

Ia menjelaskan, sejak pukul 21.00 Wita tidak ada lagi kapal yang diberangkatkan dari Pelabuhan Lembar karena waktu tempuh penyeberangan membutuhkan beberapa jam. Langkah tersebut dilakukan agar tidak ada kapal yang tiba di Pelabuhan Padangbai ketika perayaan Nyepi telah dimulai.

Pada 19 Maret, aktivitas operasional di Pelabuhan Padangbai disebut mulai ditutup pada pukul 04.00 Wita. Lintas penyeberangan Lembar–Padangbai kemudian dijadwalkan kembali beroperasi pada 20 Maret 2026 pukul 01.30 Wita. “Pelabuhan Padangbai kembali beroperasi pada tanggal 20 Maret 2026 pada pukul 11.30 Wita,” imbuhnya.

Syamsurizal menyebut berdasarkan evaluasi arus mudik beberapa tahun terakhir, pihaknya memperkirakan lonjakan penumpang pada musim mudik tahun ini tidak akan terlalu signifikan.

“Kalau melihat pengalaman tahun lalu, lonjakan tidak terlalu signifikan. Mungkin ada peningkatan, tapi diperkirakan masih di bawah lima persen dibandingkan tahun sebelumnya,” beber pria berkaca mata ini.

Ia menambahkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang direncanakan pemerintah juga diperkirakan memengaruhi pola perjalanan masyarakat. “Kebijakan WFA pada tanggal 16, 17 serta 25 sampai 27 itu cukup berpengaruh. Karena orang punya banyak pilihan waktu untuk mudik, jadi (merata, Red) tidak menumpuk di satu tanggal saja,” pungkas Syamsurizal.

- Advertisement -

Berita Populer