25.5 C
Mataram
Kamis, 12 Maret 2026
BerandaLombok UtaraJelang Takbiran dan Ogoh-ogoh, Pemkab KLU Perketat Pengamanan Lalu Lintas

Jelang Takbiran dan Ogoh-ogoh, Pemkab KLU Perketat Pengamanan Lalu Lintas

Lombok Utara (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara (KLU) memperketat pengamanan lalu lintas menjelang malam takbiran dan pawai ogoh-ogoh melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan dan aktivitas masyarakat di jalan yang diperkirakan mencapai puncaknya saat dua agenda tersebut berlangsung.

Bupati KLU, Najmul Akhyar, menegaskan bahwa sinergi antar instansi menjadi kunci dalam menjalankan program strategis daerah, termasuk pengamanan kegiatan masyarakat. Ia menyebut keterlibatan aktif seluruh unsur LLAJ diperlukan untuk melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik strategis selama malam takbiran dan pawai ogoh-ogoh berlangsung.

“Agenda utama kita hari ini adalah merumuskan persiapan jangka pendek menghadapi dua hari besar tersebut. Kita butuh penertiban agar masyarakat tetap nyaman beraktivitas di tengah padatnya peserta pawai dan penonton,” ujarnya, Rabu (11/3).

Selain pengamanan kegiatan, Najmul Akhyar juga menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah KLU yang didominasi oleh pelajar tingkat SMA. Ia meminta Satuan Lalu Lintas Polres KLU untuk meningkatkan edukasi preventif di sekolah-sekolah, sementara dari sisi infrastruktur pemerintah daerah terus berupaya melengkapi fasilitas keselamatan di jalan.

“Pemerintah bertanggung jawab menyediakan sarana yang layak. Kami terus berikhtiar memperbaiki kualitas jalan, membuka jalur alternatif, hingga merespons aspirasi masyarakat terkait Penerangan Jalan Umum (PJU) melalui pemeliharaan rutin oleh Dinas Perhubungan,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perhubungan KLU, M. Iwan Maret Asmara, mengatakan Forum LLAJ menjadi wadah koordinasi rutin untuk memitigasi risiko keselamatan di jalan raya. Ia menyebut data kecelakaan sepanjang 2025 masih menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Catatan Kecelakaan KLU Tahun 2025 dengan total kasus 109 Kejadian, korban meninggal dunia 16 orang, luka berat 1 orang dan luka ringan 137 orang,” ujarnya.

Menurut Iwan, dengan luas wilayah KLU sekitar 809,59 km², pengendalian angka kecelakaan seharusnya dapat dilakukan lebih efektif melalui koordinasi yang solid. “Secara logika, cakupan wilayah yang terbatas mempermudah kita dalam pengendalian. Melalui forum ini, kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama memikirkan solusi konkret. Ini adalah hajatan bersama demi keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer