Lombok Utara (Inside Lombok) – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara (KLU) memperketat pengawasan peredaran daging di pasar tradisional menjelang Hari Raya Idulfitri. Pengawasan dilakukan untuk memastikan daging yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat, layak konsumsi, dan bebas penyakit di tengah meningkatnya permintaan.
Kepala DKP3 KLU, Tresnahadi, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di setiap wilayah untuk melakukan pemantauan rutin mulai dari tempat pemotongan hingga ke pedagang di pasar. Setiap daging yang dipasarkan harus melalui proses pemeriksaan untuk mencegah beredarnya daging yang tidak memenuhi standar kesehatan.
“Kami melalui UPTD melakukan pengecekan langsung ke pasar-pasar. Prinsipnya, daging yang beredar harus benar-benar sehat. Kami tidak ingin ada celah bagi daging yang tidak memenuhi syarat untuk dijual kepada masyarakat,” ujarnya, Rabu (11/3).
Ia menjelaskan, tren pemotongan hewan biasanya meningkat menjelang Idulfitri, terutama pada H-1 Lebaran. Pada hari biasa, pemotongan sapi berkisar tiga ekor per hari, namun jumlah tersebut biasanya meningkat seiring tingginya permintaan masyarakat menjelang hari raya.
Meski KLU saat ini hanya memiliki satu Rumah Pemotongan Hewan (RPH) resmi di Tanjung, pengawasan tetap dilakukan secara luas, termasuk terhadap Tempat Pemotongan Hewan (TPH) milik mandiri atau saudagar yang beroperasi menjelang Lebaran.
“Banyak saudagar yang memotong sapi di tempat mereka sendiri menjelang Lebaran. Pemotongan di luar fasilitas resmi seperti ini tetap menjadi objek pengawasan kami agar standarnya tetap terjaga,” tambahnya.
Selain memastikan kesehatan daging, aspek kehalalan juga menjadi perhatian. Tresnahadi menyebut seluruh juru sembelih di RPH Tanjung telah memiliki sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha). Sementara pelatihan Juleha yang baru digelar difokuskan untuk penyembelihan unggas dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Dengan pengetatan ini, kami berharap masyarakat dapat merayakan hari kemenangan dengan tenang, tanpa rasa khawatir mengenai kualitas dan kehalalan daging yang dikonsumsi,” pungkasnya.

