32.5 C
Mataram
Jumat, 13 Maret 2026
BerandaMataramTiga Daerah di NTB Berstatus KLB Campak

Tiga Daerah di NTB Berstatus KLB Campak

Mataram (Inside Lombok) – Berdasarkan data hingga Minggu ke-7 tahun 2026, tercatat total 985 kasus suspek campak di Provinsi NTB. Tiga daerah tersebut yaitu Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri mengatakan tiga daerah tersebut juga berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB). Dari kasus yang terjadi dua orang meninggal dunia akibat campak di Kabupaten Bima.

“Peningkatan kasus dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain masih adanya kelompok anak yang belum mendapatkan imunisasi campak-rubella (MR) lengkap,” katanya, Kamis (12/3/2026).

Dikatakan Fikri, fluktuasi cakupan imunisasi rutin yang belum optimal dalam beberapa tahun terakhir juga membuka akumulasi populasi rentan. Selain itu, tingginya mobilitas penduduk pada akhir dan awal tahun, keterlambatan deteksi dan respons awal, serta faktor lingkungan dan perilaku menjadi penyebab peningkatan kasus.

“Kasus didominasi oleh anak usia di bawah 5 tahun, dengan sebagian besar kasus terjadi pada anak dengan status imunisasi tidak lengkap atau belum pernah diimunisasi,” katanya.

Hal ini menunjukkan bahwa rendahnya cakupan imunisasi menjadi faktor risiko utama terjadinya KLB. Pemerintah Provinsi NTB bersama pemerintah kabupaten/kota telah mengambil langkah dengan melakukan penguatan surveilans aktif.

“Kita juga lakukan pelacakan kontak di tingkat desa dan puskesmas, pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) pada seluruh Puskesmas di Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu,” katanya.

Fikri menjelaskan bahwa prioritas ORI diberikan bagi bayi dan balita berusia 9 sampai dengan 59 bulan. Langkah penanganan juga dilakukan dengan pemberian vitamin A pada kasus campak.

Pemberian vitamin juga dapat mencegah komplikasi, penguatan edukasi masyarakat mengenai gejala campak, dan pentingnya imunisasi lengkap dapat menurunkan risiko kematian, .

Masyarakat juga diminta segera berobat ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala demam disertai batuk/pilek dan ruam. “Kita menjamin ketersediaan logistik KLB, termasuk vaksin, vitamin A, serta dukungan tata laksana klinis di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes),” katanya.

Dinas Kesehatan Kota Mataram juga memastikan penguatan triase isolasi campak di fasyankes yang fokus pada pemisahan cepat suspek (demam, ruam, batuk dan pilek) di IGD hingga rawat jalan. Bahkan penyediaan area isolasi khusus (infeksius/pediatri), serta penanganan segera pasien dengan komplikasi (sesak, diare, sulit makan) untuk mencegah penularan intensif, terutama saat lonjakan kasus KLB.

- Advertisement -

Berita Populer