Mataram (Inside Lombok) – Dinas Perdagangan Kota Mataram akan menerapkan penggunaan sistem pembayaran Qris ke semua pasar tradisional. Saat ini baru ada tiga pasar yang sudah menerapkan sistem pembayaran berbasis aplikasi tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Irwan Harimansyah mengatakan tiga pasar tradisional yang sudah menerapkan sistem pembayaran Qris adalah pasar ACC Ampenan, Dasan Agung dan Rembiga. Saat ini, Dinas Perdagangan Kota Mataram juga akan mulai menerapkan sistem pembayaran tersebut di pasar-pasar yang besar seperti Pasar tradisional Pagesangan, Pasar Mandalika hingga pasar Kebon Roek.
“Sedang kami melangkah yang besar. Tahun ini Pasar Pagesangan dan tahun depan itu Pasar Mandalika,” katanya Rabu (29/4/2026) pagi.
Ia mengatakan, penerapan pembayaran berbasis aplikasi di tiga pasar ini cukup bagus. Dan bahkan para pedagang mensyukuri penerapan aplikasi tersebut. Selain itu, hasil dari evaluasi yang dilakukan para pedagang meminta agar ada tempat penukaran uang.
“Karena budaya kita orang sasak itu “Lalo bedagang, ulek jauk kepeng”. Jadi ada satu loket penukaran uang dari bank. Kalau begitu mereka tidak mau,” ungkapnya.
Ia menerangkan, penggunaan Qris ini memiliki keuntungan bagi para pedagang. Di mana, dalam setiap transaksi Rp10.000 maka para pedagang mendapatkan kelebihan Rp1.000. “Itu masuk langsung ke rekeningnya dia. Belum lagi pihak Bank NTB Syariah selalu menyelenggarakan untuk memberi motivasi hadiah-hadiah bagi pembeli terbanyak,” katanya.
Dengan penerapan aplikasi ini pedagang tidak perlu lagi menyiapkan uang pecahan kecil. “Tidak susah lagi mengeluarkan receh-receh untuk kembalian. Jadi mereka jadinya senang,” pungkasnya.

