Lombok Timur (Inside Lombok) – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Lombok Timur menjadi sorotan setelah dalam paket makanan terdapat pecahan uang Rp50 ribu bagi penerima manfaat. Pemilik SPPG Rinjani Zein, Zein, menjelaskan bahwa uang tersebut merupakan zakat pribadi yang rutin diberikan setiap tahun dan tidak berasal dari keuntungan operasional dapur MBG.
Zein, yang dikenal sebagai pengusaha dengan sejumlah usaha seperti gudang tembakau, pabrik rokok, peternakan ayam, dan showroom mobil, mengatakan pemberian tersebut murni berasal dari hasil usahanya di sektor lain. Ia menegaskan bahwa dana yang dibagikan tidak terkait dengan keuntungan dari dapur MBG yang masih baru beroperasi.
“Itu saya perjelas bukan keuntungan dapur sewa dapur, karena kan masih baru berjalan belum setahun,” jelasnya, Jumat (13/03/2026).
Ia menyebutkan zakat yang diberikan kepada 1.600 keluarga penerima manfaat (KPM) di dapurnya mencapai sekitar Rp76 juta dengan nominal Rp50 ribu per orang. Zein menegaskan bahwa pemberian tersebut tidak memiliki tujuan lain maupun untuk menyinggung pihak lain.
“Saya mohon maaf Ini bukan berarti menyinggung yang lain, namun ini menang sudah menjadi rutinitas saya untuk menzakatkan keuntungan yang saya milik,” tegasnya.
Zein juga memperkirakan total zakat yang akan dikeluarkan dari keuntungan usahanya pada tahun ini mencapai sekitar Rp300 juta. Dana tersebut rencananya akan disalurkan kepada sejumlah pihak, termasuk anak yatim dan lansia di desa tempat tinggalnya serta desa-desa sekitar.
Sementara itu, Kepala SPPG Rinjani Zein, Faisal, menyatakan pemberian zakat yang disertakan dalam menu MBG tidak berkaitan dengan operasional dapur maupun keuntungan program.
“Kita akui memang tidak ada juknis untuk pembagian THR yang dititip melalui menu, tapi karena hajat dari mitra dan juga tak diambil dari operasionalnya, maka saya klarifikasi bahwa itu hanya titipan,” tuturnya.
Faisal menambahkan menu MBG yang dibagikan tetap mengacu pada petunjuk teknis Badan Gizi Nasional (BGN) berupa makanan kering dengan komposisi gizi seimbang. Ia juga telah menyampaikan klarifikasi kepada Koordinator Wilayah SPPG Lombok Timur bahwa pemberian uang tersebut tidak terkait dengan operasional dapur, melainkan berasal dari dana pribadi mitra.

