Lombok Tengah (Inside Lombok) – Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, meninjau proses operasi katarak di Rumah Sakit (RS) Mandalika, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Jumat (17/4/2026), dengan target peningkatan jumlah penerima manfaat secara nasional yang diproyeksikan melebihi 6.000 orang pada tahun ini.
Dalam kunjungan tersebut, Saifullah Yusuf menyebut capaian operasi katarak pada 2025 telah menjangkau lebih dari 6.000 penerima manfaat. “Khusus tahun lalu (2025) kita bisa melakukan operasi katarak lebih kepada 6000 penerima manfaat. Untuk tahun ini targetnya insyaallah bisa lebih besar lagi dari 6000 bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain yang bisa memperbanyak penerima manfaat,” katanya.
Ia menjelaskan, program operasi katarak merupakan bagian dari kerja sama antara Kementerian Sosial dengan pemerintah daerah di seluruh Indonesia serta melibatkan organisasi non-pemerintah seperti filantropi.
“Ini adalah salah satu dari pelaksanaan program Kementerian Sosial yang bekerja sama dengan daerah dan juga dengan Filantropi. Di mana setiap tahun kita memang melakukan bakti sosial operasi katarak di berbagai daerah di Indonesia salah satunya di NTB,” ujarnya.
Untuk tahun 2026, Kementerian Sosial mengalokasikan 500 penerima manfaat di NTB, termasuk di Lombok Tengah, sebagai bagian dari program pengobatan gratis yang juga akan dilaksanakan di wilayah lain seperti NTT dan Kalimantan. “Untuk kali ini, pada bulan April ini, kami mengalokasikan 500 penerima manfaat di NTB salah satunya di Lombok Tengah,” imbuhnya.
Sekretaris Jenderal PBNU itu memastikan program operasi katarak akan terus dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan organisasi internasional dan pemerintah daerah, menyesuaikan data kebutuhan di lapangan. “InsyaAllah (akan lanjut) tergantung data yang masuk. Kalau datanya masuk untuk kita lakukan, InsyaAllah kita lakukan,” tegasnya.
Ia menegaskan program ini merupakan layanan asistensi rehabilitasi kesehatan yang belum tercover BPJS, dengan pendanaan berasal dari Kementerian Sosial bersama mitra. “Ini di luar BPJS, ini adalah asistensi rehabilitasi kesehatan yang belum tercover BPJS,” katanya.
Saifullah Yusuf menambahkan angka penderita penyakit mata, khususnya katarak, terus meningkat setiap tahun, termasuk di NTB yang kini menjadi salah satu prioritas Kementerian Sosial. “Kita akan berkolaborasi lagi, kita bekerja sama. Makanya kita berupaya, dan NTB salah satu menjadi prioritas kami,” pungkasnya.

