BerandaLombok UtaraTerseret Arus di Air Terjun Tiu Bombong, Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Terseret Arus di Air Terjun Tiu Bombong, Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Lombok Utara (Inside Lombok) – Setelah dua hari pencarian, Lalu Rozi Herliawan Hendri (22), warga Dusun Lokok Bata, Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, yang hilang di Air Terjun Tiu Bombong, Dusun Sempakok, Desa Santong, ditemukan meninggal dunia pada Selasa (21/4/2026) pagi. Korban sebelumnya dilaporkan terseret arus deras saat mandi pada Senin (20/4) siang.

Tim SAR gabungan yang memulai pencarian sejak pukul 06.00 Wita melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai Desa Pendua. Sekitar pukul 06.30 Wita, warga setempat melihat tubuh korban mengambang tidak jauh dari lokasi awal dilaporkan hilang.

“Informasi Korban ditemukan dalam posisi mengapung oleh warga. Setelah itu, tim relawan dan Basarnas segera bergerak untuk melakukan proses evakuasi,” ujarnya, Selasa (21/4).

Korban pertama kali ditemukan oleh warga Dusun Sempakok yang berinisiatif melakukan pencarian sejak subuh. “Ada warga bernama Pak Adi dan dua rekannya inisiatif untuk turun mencari korban saat subuh tadi,” ucapnya.

Proses evakuasi berlangsung dengan kendala medan yang terjal dan ekstrem di sekitar lokasi air terjun. Koordinator Unit Siaga SAR Bangsal, I Gusti Komang Aryadana, menyatakan tim harus melakukan pengamanan dan identifikasi jenazah sebelum evakuasi darat.

“Usai identifikasi, tim segera melakukan packing jenazah. Mengingat medan yang sangat terjal, dibutuhkan waktu sekitar 50 menit perjalanan kaki dari titik air terjun menuju lokasi ambulans,” ungkap Gusti mewakili Kepala Kantor SAR Mataram.

Jenazah korban tiba di titik penjemputan pada pukul 09.50 Wita dan langsung dibawa ke Puskesmas Santong menggunakan ambulans desa sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR yang melibatkan Kantor SAR Mataram, Unit Siaga SAR Bangsal, TNI/Polri, Damkar, PMI, relawan, dan masyarakat setempat resmi ditutup.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem, terutama saat beraktivitas di area sungai dan air terjun,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer