Mataram (Inside Lombok) – Sebanyak empat jemaah calon haji masih belum bisa berangkatkan bersama kelompok terbang (kloter). Keempat jemaah tersebut masih mendapatkan perawatan insentif di RSUD Provinsi NTB karena mengidap penyakit.
Penanggung Jawab Pemeriksaan Kesehatan JCH NTB di Asrama Haji Embarkasi Lombok, Suparlan mengatakan jamaah tersebut ada yang mengidap anemia berat, infeksi paru dua orang dan gangguan paru dan jantung. Kondisi keempat jemaah ini akan tetap dipantau dan jika bisa diberangkatkan maka akan digabungkan dengan kloter selanjutnya.
“Jemaah calon haji kita yang masih rawat inap di RSUD Provinsi NTB, sekarang ada empat jemaah. Keempat jemaah ini berasal dari kloter yang berbeda,” katanya Selasa (28/4/2026).
Ia mengaku belum bisa menentukan kondisi tersebut termasuk parah atau tidak. Karena nantinya akan ditentukan oleh hasil pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut. Namun dari segi usia, keempat jamaah tersebut sudah termasuk risiko tinggi. “Itu nanti yang menentukan pihak rumah sakit,” ungkapnya.
Menurutnya, jemaah yang masih dalam perawatan ini optimis bisa diberangkatkan. Pasalnya, proses pemberangkatan haji masih lama sehingga dipastikan bisa diberangkatkan. “Sekarang masih ada perawatan yang dilakukan oleh dokter di rumah sakit dan kita masih menunggu dan ini juga masih lama prosesnya,” katanya.
Selain itu, jemaah yang sudah tiba di Tanah Suci dalam keadaan sehat. Sehingga saat ini belum ada laporan adanya jemaah yang mendapatkan perawatan di Arab Saudi. “Doakan saja semoga tidak ada yang dirawat dan bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar,” pungkasnya.
Untuk diketahui, hingga saat ini sebanyak lima kloter sudah diberangkatkan ke Tanah Suci. Pada Selasa ini, sebanyak 393 orang jemaah calon haji kloter 6 akan diberangkatkan pada pukul 18.00 wita nanti.

