BerandaLombok UtaraPolres Lombok Utara Musnahkan Puluhan Gram Sabu dari Dua Kasus Narkotika

Polres Lombok Utara Musnahkan Puluhan Gram Sabu dari Dua Kasus Narkotika

Lombok Utara (Inside Lombok) – Polres Lombok Utara memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 36,09 gram hasil pengungkapan dua kasus pada April 2026. Pemusnahan dilakukan sebagai bentuk transparansi dan komitmen pemberantasan peredaran narkotika di wilayah tersebut, Selasa (5/5/2026).

Kasat Resnarkoba Polres Lombok Utara, AKP I Nyoman Diana Mahardika, mengatakan barang bukti tersebut disita dari tiga tersangka berinisial AHRN sebanyak 2,93 gram, IS 31,71 gram, dan seorang anak berinisial AP sebanyak 1,45 gram. Para tersangka merupakan pengedar yang beroperasi di wilayah Kayangan hingga Lombok Timur.

Secara keseluruhan, total barang bukti yang diamankan mencapai 55,75 gram bruto atau 49,06 gram netto. Dari jumlah tersebut, sebanyak 36,09 gram dimusnahkan, sementara sisanya digunakan untuk keperluan uji laboratorium forensik dan pembuktian di persidangan. “Dari jumlah tersebut sebanyak 36,09 gram dimusnahkan, sementara sisanya disisihkan untuk keperluan uji laboratorium forensik dan pembuktian di meja hijau,” jelasnya.

Proses pemusnahan dilakukan secara terbuka dengan memasukkan sabu ke dalam mesin blender, kemudian dicampur air dan sabun cair hingga larut sebelum dibuang ke saluran pembuangan. “Seluruh proses dilaksanakan secara terbuka dan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh penyidik, para tersangka, hingga saksi-saksi terkait,” tuturnya.

AKP I Nyoman Diana Mahardika menegaskan pemusnahan tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah peredaran narkotika dan melindungi masyarakat. “Setiap gram sabu yang dimusnahkan berarti memutus peluang peredaran dan mencegah jatuhnya korban baru. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya laten narkotika,” ujarnya.

Polres Lombok Utara juga mengingatkan bahwa ancaman peredaran narkotika masih ada dan membutuhkan peran aktif masyarakat dalam pencegahan. “Perang melawan narkotika adalah tanggung jawab bersama. Dukungan masyarakat sangat menentukan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku. Kami butuh keterlibatan aktif semua pihak untuk benar-benar memutus mata rantai ini,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer