Lombok Barat (Inside Lombok) – Kawasan wisata Senggigi di Lombok Barat dinilai masih sepi karena minimnya atraksi rutin bagi wisatawan. Kondisi ini membuat wisatawan yang menginap kerap kebingungan dalam menghabiskan waktu saat berkunjung ke kawasan tersebut. Kurangnya kegiatan hiburan dinilai menjadi salah satu penyebab utama belum optimalnya daya tarik Senggigi.
General Manager Sheraton Senggigi, Peter The, mengatakan Senggigi sebenarnya memiliki potensi wisata yang kuat, terutama dari sisi keindahan alam. Namun, ia menilai masih ada sejumlah area yang perlu ditata lebih baik agar lebih menarik bagi wisatawan.
“Senggigi ini sangat bagus, pantainya bagus, cuacanya bagus, banyak yang bisa dilihat oleh tamu-tamu kita. Tapi memang, ada area-area yang harus ditata lebih baik,” ungkap Peter saat ditemui di Senggigi belum lama ini.
Ia juga menyoroti belum optimalnya pengelolaan Pasar Seni Senggigi. Menurutnya, meski keberadaan pasar tersebut positif, minimnya aktivitas seni membuat kawasan itu terkesan terbengkalai. “Namanya kan Pasar Seni, tapi jarang ada kegiatan seni di sana. Terakhir kemarin waktu event Lebaran Topat aja,” kritiknya.
Kondisi tersebut berdampak pada kesulitan pihak hotel dalam memberikan rekomendasi destinasi terdekat kepada wisatawan. Hal serupa disampaikan Kepala Desa Senggigi, Mastur, yang menilai kawasan itu bukan sepi, melainkan kekurangan atraksi yang mampu menarik minat wisatawan untuk beraktivitas. “Perlu adanya atraksi-atraksi di Senggigi ini,” tegas Mastur.
Mastur mengungkapkan rencana menghadirkan atraksi rutin setiap akhir pekan dengan melibatkan desa-desa di Lombok Barat. Skema tersebut diharapkan mendapat dukungan dari pemerintah kabupaten. “Kita sediakan ruang, nantinya setiap desa (se-Lombok Barat) itu berperan. Misalnya minggu ini desa ini, tapi kita disupport oleh Kabupaten. Itu yang kita harapkan,” terangnya.
Ia menambahkan, Lombok Barat memiliki kekayaan seni dan budaya serta banyak sanggar yang siap tampil jika diberikan ruang. “Senggigi bukan sepi, (beberapa hotel) okupansinya meningkat, tetapi kurang atraksi saja,” tandas Mastur. Saat ini, berbagai pihak berharap adanya langkah konkret untuk menghadirkan atraksi wisata yang berkelanjutan di kawasan Senggigi.

