BerandaMataramBelum Ada Tempat Pembuangan, Kotoran Kuda Masih Sering Tercecer di Jalan Mataram

Belum Ada Tempat Pembuangan, Kotoran Kuda Masih Sering Tercecer di Jalan Mataram

Mataram (Inside Lombok) – Kotoran kuda yang tercecer di sejumlah ruas jalan di Kota Mataram masih menjadi keluhan masyarakat. Dinas Perhubungan Kota Mataram menyebut sosialisasi dan penggunaan kantong penampung kotoran kuda bagi kusir cidomo telah dilakukan, namun belum tersedianya lokasi pembuangan menjadi kendala utama.

“Pemasangan kantong kotoran kuda, sosialisasi, pembinaan kepada para kusir cidomo rutin,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin, Jumat (8/5/2026).

Menurut Zulkarwin, sebagian besar kusir cidomo telah menggunakan kantong penampung kotoran kuda saat beroperasi. Namun, kantong tersebut kerap penuh ketika cidomo keluar dari area pasar sehingga menyebabkan kotoran tercecer di jalan. “Keluar dari pasar kantong kotoran kuda itu harus sudah kosong. Perkaranya sekarang pengangkutan yang belum,” katanya.

Pada 2025 lalu, Dinas Perhubungan Kota Mataram mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 juta untuk pengadaan kantong kotoran kuda. Tahun ini, pengadaan tidak lagi dilakukan karena kondisi kantong dinilai masih layak digunakan. “Kalau tahun ini masih bagus kantong kotorannya jadi tidak dianggarkan,” ujarnya.

Untuk penanganan pengangkutan limbah tersebut, Dinas Perhubungan berencana bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram. Dinas Perhubungan menegaskan tugasnya hanya memastikan para kusir menggunakan kantong penampung kotoran. “Intinya kan bukan kawan dishub yang mengumpulkan itu. Kami hanya bertugas memastikan mereka menggunakan kantong kotoran kuda,” tegasnya.

Sebelumnya, kotoran kuda direncanakan dibuang di halaman kantor Dinas Perhubungan untuk dijadikan biogas. Namun rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan karena belum adanya lokasi pembuangan yang memadai. “Kita bicara sama LH. Soalnya belum ada tempat. Sebelumnya kan di RTRH Pagutan, tapi nanti gimana lah,” katanya.

Rencana uji coba pembuangan sementara akan difokuskan untuk cidomo yang beroperasi di Pasar Sayang-Sayang dan Pasar Sindu. Namun, pelaksanaan program tersebut masih membutuhkan kendaraan pengangkut dan petugas khusus. “Dua pasar itu dulu. Tapi sekarang harus ada kendaraan tosa yang harus mengangkut dan petugas,” katanya.

Dinas Perhubungan mencatat jumlah cidomo yang masih beroperasi di pasar-pasar Kota Mataram sekitar 100 unit dan tidak seluruhnya berasal dari Kota Mataram. Hingga kini belum ada sanksi khusus bagi kusir yang kotoran kudanya tercecer di jalan. “Tidak ada sanksi. Tapi paling tidak kalau kita temukan di jalan dan tercecer kita suruh bersihkan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer