Lombok Barat (Inside Lombok) – Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Lombok Barat (Lobar) mencatat peningkatan jumlah kunjungan masyarakat ke perpustakaan daerah setelah berbagai inovasi literasi dilakukan. Dalam sehari, jumlah pengunjung perpustakaan yang berada di depan Giri Menang Square (GMS), Gerung, mencapai puluhan orang.
Kepala Disarpus Lobar, Lalu Winengan, mengatakan tingginya kunjungan tersebut turut mendukung posisi NTB sebagai provinsi dengan tingkat minat baca tertinggi kedua di Indonesia. “Salah satu Kabupaten yang menyumbang kan Lobar, bahwa NTB sebagai minat baca nomor dua paling tinggi se-Indonesia,” ujar Winengan saat ditemui di kantornya, Selasa (12/05/2026) siang.
Menurutnya, pengunjung perpustakaan tidak hanya berasal dari Lombok Barat, tetapi juga dari wilayah tetangga seperti Lombok Tengah. Banyak pelajar dari daerah tersebut memilih berkunjung ke perpustakaan di Gerung karena dinilai lebih dekat dibandingkan ibu kota kabupaten mereka.
Untuk mempertahankan dan meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya generasi muda, Disarpus Lobar menggencarkan berbagai program dan lomba literasi. Kegiatan itu meliputi lomba bertutur, resensi buku, lomba perpustakaan desa, hingga lomba video literasi. “Lomba resensi buku ini kan tidak bisa diikuti oleh orang, tanpa dia baca buku. Karena resensi ini kan untuk merangkum buku, maka orang kan jadinya harus baca,” jelasnya.
Selain itu, pihak perpustakaan juga memberikan hadiah sederhana berupa cokelat kepada anak-anak yang rajin berkunjung. “Sebenarnya seninya kita, bagaimana untuk mengajak anak-anak (ke Perpustakaan, Red),” imbuh Winengan.
Disarpus Lobar juga tengah menyiapkan konsep pengembangan fasilitas perpustakaan agar lebih nyaman bagi pengunjung. Salah satu rencana yang disiapkan adalah pembangunan kafe baca di area rooftop yang menghadap langsung ke GMS, serta kafe baca di area parkir bawah. “Di tempat parkir bawah juga kita akan buatkan kafe tempat baca, supaya lebih asik,” lugasnya.
Dalam waktu dekat, Disarpus Lobar juga akan menghadirkan pendongeng nasional, Kang Danang, untuk membuka kelas belajar mendongeng bagi masyarakat umum. “Pendongeg nasional, kang Danang akan datang. Untuk mengajar bagaimana literasi dongeng. Karena mendongeng, kan, nggak bisa kalau nggak baca buku,” tandas Winengan. Saat ini, jumlah pendaftar kelas mendongeng tersebut diklaim telah mencapai puluhan orang.

