Lombok Utara (Inside Lombok) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Utara (KLU) memperketat pengawasan menyusul munculnya kasus Hantavirus di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah antisipasi dilakukan untuk memastikan virus yang ditularkan melalui tikus tersebut tidak menyebar ke wilayah Lombok Utara.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dikes KLU, Sudiarta, mengatakan hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus di KLU. “Sampai detik ini, belum ada temuan kasus Hantavirus di KLU. Namun, kita tidak boleh lengah mengingat secara nasional tren kasus ini sudah muncul sejak 2024,” ujarnya, Rabu (13/5).
Berdasarkan data nasional, tercatat sedikitnya terdapat 23 kasus Hantavirus dengan tiga kasus kematian. Kondisi tersebut mendorong Dikes KLU menerbitkan surat kewaspadaan dini kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di wilayahnya. Hantavirus diketahui dapat menular melalui kontak dengan urine, air liur, maupun kotoran tikus sebagai vektor utama penyebaran.
Sudiarta menegaskan, upaya utama untuk menekan penyebaran virus tersebut adalah menjaga kebersihan lingkungan. “Jadi sebenarnya untuk menekan virus ini, benteng pertahanan utamanya ada pada kebersihan lingkungan masyarakat. Itu harus diperhatikan,” tuturnya.
Dikes KLU juga mengimbau masyarakat untuk memperkuat penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menjalankan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). “Pencegahan paling efektif adalah memutus interaksi dengan tikus. Jangan biarkan lingkungan rumah atau tempat penyimpanan makanan menjadi sarang tikus. Kebersihan adalah kunci utama,” terangnya.
Sebagai langkah antisipasi, petugas surveilans di setiap puskesmas diminta meningkatkan pemantauan laporan kesehatan masyarakat. Sosialisasi mengenai bahaya Hantavirus juga mulai digencarkan melalui jajaran puskesmas dan kader kesehatan desa agar masyarakat memahami langkah pencegahan penyakit menular tersebut.
Dikes KLU mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot hebat, hingga gangguan pernapasan akut, terutama setelah beraktivitas di area yang banyak terdapat tikus.
“Jika ada warga yang mengalami gejala tersebut, terutama setelah melakukan kontak dengan area yang banyak tikusnya, segera lapor dan periksakan diri ke puskesmas terdekat. Penanganan cepat sangat krusial untuk mencegah kondisi fatal,” pungkasnya.

