Akibat Air Bah, Suplai Air Bersih Beberapa Desa di Kecamatan Pringgasela Terputus

66
Saat petugas PAMDes berupaya memperbaiki jaringan pipa, Rabu (16/11/2022). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Pringgasela setiap harinya menyebabkan Sungai Mencerit di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur (Lotim) dilanda air bah. Hal itu mengakibatkan suplai air bersih beberapa desa di Kecamatan Pringgasela terputus.

Petugas Penyedia Air Minum Desa (PAMDes) Aikdewa, Saepudin Zohri mengatakan bahwa beberapa desa yang penyedia air minum yang berasal dari mata air Sungai Mencerit terputus akibat hujan lebat beberapa hari terakhir. Bahkan banjir itu merusak jaringan pipa yang mengalirkan air ke masyarakat.

“Pipa untuk menyuplai air bersih ke rumah-rumah warga semuanya rusak oleh banjir ini,” ucapnya saat ditemui di Sungai Mencerit saat memperbaiki jaringan pipa, Rabu (16/11).

Dikatakan Saepudin, terdapat beberapa desa yang terdampak kerusakan jaringan pipa dari guyuran banjir tersebut. Antara lain Desa Aik Dewa, Pringgasela Timur, Pringgasela, Pringgasela Selatan, dan Desa Jurit.

“Sekitar 5 desa yang menyediakan air bersih melalui mata air Sungai Mencerit ini, dan sekarang semuanya terdampak,” ungkapnya.

Jaringan pipa air bersih masyarakat setiap harinya selalu diperbaiki. Namun akibat hujan yang terus-terusan melanda mengakibatkan jaringan pipa yang telah diperbaiki berkali-kali harus mengalami kerusakan kembali, sehingga pihak PAMDes terus melakukan berbagai upaya agar air bersih kembali tersedia.

“Air bersih ini sangat dibutuhkan masyarakat kita, sehingga kita juga kadang hujan-hujanan dan melawan banjir untuk memperbaiki pipa bahkan kemarin ada teman kita yang hanyut tapi beruntung masih bisa selamat,” tuturnya.

Salah satu warga Desa Aik Dewa, Agus Sri Irawan menuturkan kesulitannya dengan suplai air bersih yang terganggu akibat rusaknya jaringan pipa yang disebabkan adanya banjir di Sungai Mencerit.

“Cukup kesulitan karena biasanya air bersih langsung mengalir ke rumah, sekarang kita hanya mengandalkan air dari sungai dan mata air terdekat di Aik Dewa untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya. (den)