Antisipasi Lonjakan Harga, Disdag Mataram Siapkan Pasar Rakyat

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tengah menyiapkan pelaksanaan kegiatan pasar rakyat. Ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok selama bulan Ramadan.

Kepala Dinas Perdagangan H Amran M Amin mengatakan, kegiatan pasar rakyat ini sejatinya hendak dilaksanakan beberapa hari menjelang bulan Ramadan. Namun, terjadi kendala secara administrasi sehingga kegiatan tersebut belum bisa terlaksana.

“Jadi memang setiap tahun itu kita ada program pasar rakyat. Hal ini dilakukan untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat agar tidak terjadi panic buying menjelang hari-hari besar keagamaan. Hanya saja saat ini kita belum bisa melaksanakan program tersebut karena ada kendala administrasi,” terangnya, Selasa (13/4/2021).

Amran menjelaskan, beberapa hal yang menjadi kendala ditundanya pelaksanaan kegiatan pasar rakyat tersebut adalah pengelolaan anggaran yang masih terhambat SIPD, adanya refocusing, dan pandemi Covid-19.

Meskipun demikian, Disdag tidak menutup kemungkinan untuk tetap dapat menggelar program pasar rakyat. Ia pun berharap masalah administrasi yang menjadi kendala pelaksanaan kegiatan tersebut dapat segera terselesaikan.

“Jika memungkinkan kedepannya kita akan tetap melaksanakannya pada pertengahan puasa atau beberapa hari menjelang lebaran,” katanya.

“Oleh karena itu, kita berharap mekanisme pengelolaan refocusing SIPD ini segera rampung di jajaran pemerintah Kota Mataram sehingga siklus keuangan atau anggaran kita bisa segera dioperasionalkan untuk kegiatan-kegiatan yang dimaksud tadi,” sambungnya.

Rencananya, Disdag Kota Mataram bakal menggelar kegiatan pasar rakyat ini di setiap kecamatan yang ada di Kota Mataram. Kegiatan pasar rakyat ini akan diprioritaskan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di sekitar Kota Mataram. Melalui kegiatan pasar rakyat ini diharapkan harga-harga bahan pokok dan penting tidak melebihi harga yang ada dipasaran.

“Dengan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait kita usahakan sedapat mungkin untuk menekan harga bahan pokok di bawah harga normal,” imbuhnya.