Harga Sembako Relatif Stabil pada Awal Ramadan

51
Ilustrasi - Kondisi Pasar Kebon Roek Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. (Inside Lombok/dok)

Mataram (Inside Lombok) – Memasuki bulan suci Ramadan, pasokan dan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Mataram masih relatif stabil. Meskipun beberapa komoditas ada yang mengalami kenaikan, namun kenaikannya masih dalam batas wajar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram H Amran M Amin di ruang kerjanya, Selasa (13/4/2021).

“Salah satu komoditas yang mengalami sedikit kenaikan yakni ayam broiler, yang sebelumnya dijual seharga Rp 38 ribu per kilogram naik menjadi Rp 40 rb per kilogramnya. Beberapa komoditas lainnya juga ada yang sama namun kenaikannya tidak terlalu signifikan,” katanya.

Selain itu, harga cabai yang beberapa pekan sebelumnya sempat menembus Rp 150 ribu per kilogramnya kini berangsur-angsur mulai turun di kisaran Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu per kilogramnya. Penurunan harga cabai ini disinyalir berkat adanya pasokan yang masuk dari luar daerah.

“Meskipun (harga cabai) masih tinggi namun sudah mulai terkendali jika dibandingkan beberapa pekan terakhir. Semoga kedepannya akan semakin stabil sehingga tidak menjadi beban di masyarakat,” imbuhnya.

“Di sisi lain, beberapa komoditas lainnya seperti beras, gula pasir, dan bahan pokok lainnya tercatat masih dijual di harga eceran tertinggi. Sedangkan untuk harga daging masih normal di kisaran angka Rp 120 ribu per kilogram,” sambungnya.

Untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok ini, Dinas Perdagangan Kota Mataram akan terus berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Provinsi NTB serta pihak-pihak terkait lainnya untuk melakukan pengawasan dan pemantauan stok dan harga kebutuhan pokok dan barang strategis lainnya.

“Jadi apabila terjadi fluktuasi harga terhadap beberapa komoditas maka kami akan langsung melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah provinsi. Sehingga apa yang menjadi kekurangan kita di Mataram ini bisa disuplai secara langsung,” tegasnya.