Beberapa Warga Alami Luka Akibat Gempa Magnitudo 5,7 SR

Mataram (Inside Lombok) – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,7 SR mengguncang wilayah Lombok Utara dan sekitarnya pada Kamis pagi (6/12/2018) pukul 09.02 WITA tadi membuat sejumlah warga berhamburan keluar dari bangunan agar terhindar dari reruntuhan.

Sejumlah warga mengalami luka-luka terkena dampak gempa tersebut. Karena tidak sempat menghindar saat guncangan terjadi.

Seperti yang dilansir dari Radio Titana Lombok Utara, bahwa berdasarkan keterangan dari Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung, tersapat dua korban gempa yang langsung dibawa ke RSUD Tanjung sesaat setelah gempa terjadi.

Korban tersebut diketahui bernama Mahyudin (36) yang merupakan seorang pekerja yang berasal dari Sandik Gunung Sari Lombok Barat. Menurut keterangan yang diperoleh, ia menjatuhkan dirinya dari lantai 2 bangunan tempat Mahyudin bekerja.

Selain itu, terdapat juga korban bernama Inaq Karsih (60). Ia diketahui berasal dari Leong Barat Tegal Maja. Pada saat gempa terjadi, Inaq Karsih hendak menyelamatkan diri, namun ia justru terjatuh.

Saat ini kedua korban tersebut dikabarkan akhirnya bisa pulang, setelah mendapat penanganan terhadap luka yang dideritanya.

Sementara itu, menurut laporan Puskesmas Tanjung ada tiga korban yang mengalami luka robek akibat gempa yang sudah ditangani langsung oleh pihak Puskesmas. Diantaranya yaitu Ikhsan dari Dusun Beriri Genteng, Tanjung. Ia mengalami luka robek pada bagian kaki karena terjatuh dari sepeda motor yang ia kendarai.

Korban lainnya yaitu Muhimin yang berasal dari Dusun Sigar Penjalin Tanjung dengan luka robek di bagian kaki juga akibat terkena keramik. Begitu pula dengan M. Irfan berasal Dusun Riau Tanjung juga salah satu korban cedera karena guncangan gempa.

Pada wilayah Lombok Barat sendiri juga terdapat sejumlah korban gempa. Informasi tersebut diperoleh berdasarkan laporan dari pihak Polres Mataram yang sesaat setelah gempa terjadi langsung mengunjungi wilayah Lingsar untuk melakukan kunjungan sosial korban gempa Kamis pagi.

Salah satu korban yaitu Amak Sirah (65) berasal dari Peresak Timur, Desa Karang Bayan, Lingsar. Ia merupakan seorang pekerja bangunan yang pada saat itu sedang berada di atas beruga (gazebo kayu, red) memutuskan untuk melompat karena bangunan belum terpasang pondasi seutuhnya.

Korban mengalami sakit di bagian dada dan ulu hati karena tertimpa balok dan luka robek di bagian mulut dengan 7 jahitan. Korban saat ini dirawat di Puskesmas Sigerongan Lingsar.

Salah satu siswi SMK Negeri 2 Gerung Lombok Barat, Hana, memberitahukan bahwa ada tiga siswi dari sekolahnya tersebut yang juga mengalami luka-luka akibat reruntuhan. Siswa yang bernama Kd Ayu Lasmi Dewi (15) berasal dari BTN Rean mengalami luka robek di kening.

Siswi bernama Febrianti (15) yang berasal dari Penarukan yang sesaat setelah keluar dari IGD pergi menuju ke mapak untuk diurut atas permintaan keluarga.

Selain itu ada pula siswi bernama Eni Junaini (15) berasal dari Bongor mengalami keseleo di bagian ibu jari sebelah kanan. Namun, Eni saat itu segera dibawa pulang.

Masyarakat dihimbau untuk selalu tenang ketika menghadapi gempa namun diusahakan tetap waspada dan selalu mitigasi agar terhindar dari dampak gempa yang bisa terjadi kapan saja. (IL4)