Berjualan di Atas Bukit, Pedagang Suvenir Asongan Dapat Untung Saat Pramusim MotoGP

125
Para pedagang souvenir asongan yang menjajakkan dagangannya dinatas bukit sekitar sirkuit Pertamina Mandalika. Sabtu (12/02/2022). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Momentum Pramusim MotoGP yang berlangsung 11-13 Februari turut membawa berkah bagi para pedagang suvenir asongan MotoGP yang berjualan di atas bukit. Pelanggannya tidak lain masyarakat yang ikut menonton pramusim itu dari luar luar sirkuit.

Siti Khadijah, salah seorang pedagang mengaku bisa meraup untung Rp800-900 ribu dalam sehari untuk berjualan suvenir. Mulai dari topi, hingga kain tenun khas Sasak.

“Alhamdulillah ada kita dapat Rp800-900 ribu kalau ramai gini. Dulu itu saya cuma dikasih uang sama (Presiden) Jokowi untuk tambahan modal Rp2.4 juta,” ujar Siti saat ditemui di atas bukit sekitaran sirkuit Mandalika, Sabtu (12/02/2022).

Awalnya ia dan teman pedagang yang lainnya berjualan di area bazar Mandalika yang ada di sekitar pantai. Namun karena kondisi sepi, sehingga mereka lebih memilih untuk berjualan keliling.

Berkat event pramusim yang mulai ramai, Khadijah pun mengaku bisa memperoleh peningkatan keuntungan. “Alhamdulillah bisa untung kalau ramai, kalau sepi itu sehari cuma dapat Rp50 ribu, kadang-kadang ndak ada,” pungkasnya.

Ia mengaku suvenir yang dijualnya saat ini adalah pengembangan dari modal yang diberikan presiden secara cuma-cuma. Terlebih dalam kondisi sepi akibat pandemi ini. Sehingga ia pun mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada presiden ketujuh Indonesia tersebut.

“Itu saya dikasih secara cuma-cuma waktu Jokowi ke sini. Saya ucapkan terima kasih pada pak Presiden Jokowi, saya jadi sangat terbantu,” imbuhnya. Berkat modal yang diberikan tersebut, Khadijah pun bisa membeli barang-barang yang saat ini dijajakkan kepada masyarakat yang ramai menonton Pramusim MotoGP dari atas bukit.

Ia pun berharap dapat bertemu kembali dengan presiden Jokowi saat datang kembali ke Mandalika, ketika perhelatan MotoGP pada Maret mendatang. Agar bisa menceritakan dirinya yang kini bisa tetap bertahan hidup dengan berjualan berkat modal yang telah Jokowi berikan kepadanya.

“Kepingin saya ketemu lagi, ngomong sama Pak Jokowi. Dulu itu saya ngomong sama Pak Jokowi sampai setengah jam,” tuturnya kembali mengenang momen itu. (yud)