Bupati Loteng Sebut Tak Ada Kaitan Cadar dengan Ajaran Radikal

Bupati Kabupaten Lombok Tengah, H. Suhaili FT, Rabu (1/7/2020). (Inside Lombok/Humas Lombok Tengah)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Bupati Kabupaten Lombok Tengah, H. Suhaili FT menegaskan bahwa pemakaian cadar yang diinstruksikannya kepada ASN muslimah tidak berkaitan dengan ajaran radikal. Pemakaman cadar tersebut semata-mata untuk mencegah ASN muslimah dari paparan Covid-19.

“Tidak ada landasan berpikir bahwa cadarisasi Lombok Tengah ini kelihatannya akan mengarah ke kelompok radikal. Nauzubillah”,kata Bupati Kabupaten Lombok Tengah, H. Suhaili FT, Selasa (30/6/2020) di Pendopo Bupati Lombok Tengah.

Dikatakan, sebagian pihak menafsirkan intruksinya untuk memakai cadar bagi ASN muslimah berkaitan dengan ajaran agama.

“Kata wajib tersebut dikaitkan dengan ajaran agama. Ada yang menafsirkan begitu. Sebenarnya ini tidak ada”,katanya.

Rencana pembentukan Peraturan Bupati (Perbup) tentang cadarisasi ini juga belum dilaksanakan oleh pemerintah daerah.

Menurut dia, intruksi agar ASN memakai cadar ini semata-mata untuk mendorong agar ASN taat di dalam menerapkan protokol Covid-19. Karena cadar dianggap memiliki fungsi seperti masker, yakni menutup hidung dan mulut. Sehingga bisa mencegah terpapar Covid-19.

“Yang kita harapkan mereka disiplin dan taat dulu jangan sampai justru pegawai yang kita harapkan jadi contoh justru dia yang paling abai, kan susah”,lanjutnya.

Cadar yang digunakan oleh ASN muslimah di Lombok Tengah juga tidak mesti harus menutup alis. Namun hanya menutup hidung dan mulut.

“Saat kegiatan olahraga pagi, penggunaan cadar itu justru membantu ASN karena tidak kesulitan untuk bernafas”,imbuh Bupati dua periode ini.

Sebelum dilakukan pengadaan masker oleh Pemkab Lombok Tengah dulu juga pernah disampaikannya bahwa yang paling penting adalah menutup hidung dan mulut untuk mencegah terpapar Covid-19.

” Terserah apakah pakai jilbab atau sorban yang penting tertutup”, ujarnya.