Cuaca Ekstrem, Masyarakat Diimbau Lebih Berhati-Hati

44
Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Mahfuddin Noor (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Hujan lebat dan angin kencang yang terjadi di Kota Mataram Minggu (10/4) siang kemarin, mengakibatkan sejumlah pohon tumbang. Cuaca ekstrem tersebut diprediksi bisa terjadi kembali karena saat ini masih berada pada status siaga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Mahfuddin Noor menyebutkan jumlah pohon tumbang ada di 11 titik dan satu kanopi ruko terjatuh akibat cuaca ekstrem kemarin.

“Akibat dari cuaca ekstrim yang terjadi kemarin yang berlangsung sekitar satu jam dan terjadi hampir di seluruh Kota Mataram. Pohon yang tumbang itu ada di ruas jalan protokol dan lingkungan perumahan,” katanya, Senin (11/4) di Mataram.

Dari peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, melainkan hanya kerugian materi karena menimpa kendaraan roda dua. Dampak lain yang terjadi akibat dari pohon tumbang tersebut yaitu gangguan arus listrik.

“Karena beberapa pohon tumbang itu menimpa kabel listrik. Sampai pagi ini, teman-teman dari PLN bersama Dinas Perkim, PUPR dan LH eksekusi terus,” katanya.

Senin ini sambung Mahfuddin, pohon-pohon tumbang terutama yang menghambat arus lalu lintas sudah dibersihkan oleh petugas. “Kita sudah eksekusi. Itu ada di jalan Langko, jalan Pejanggik sampai di SMA dan SPBU di jalan Sudirman, kemudian ada di jalan Udayana, Majapahit,” terangnya.

Hujan lebat yang terjadi diprediksi karena masuk masa peralihan antara musim hujan ke musim kemarau. Selain itu, saat ini status siaga bencana masih berlangsung hingga 30 April mendatang.

“Artinya, cuaca ini tidak bisa diprediksi pas sekali. Tetapi untuk kondisi seperti ini tentu bisa saja terjadi lagi seiring masa status siaga kita,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk bisa lebih waspada bila terjadi angin kencang dan hujan lebat. “Masyarakat harus lebih mawas diri bila terjadi cuaca ekstrim seperti kemarin,” pungkasnya. (azm)