Curi HP Ponakan, Pria Ini Mengaku Terpaksa untuk Beli Beras

Pelaku tindak pidana pencurian HP yang diamankan Polsek Sandubaya (Inside Lombok/Devi)

Mataram (Inside Lombok) – Seorang pria inisial I (45) mengaku terpaksa mencuri satu unit HP milik keponakannya. Saat diamankan petugas kepolisian, ia mengaku aksi tersebut dilakukan lantaran terdesak memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk membeli beras.

Kapolsek Sandubaya, Kompol Mohammad Nasrullah I ditahan setelah korban melapor ke pihak kepolisian lantaran kehilangan HP di rumahnya pada 2 Oktober lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan, HP yang hilang tersebut berhasil ditemukan di salah satu konter, hingga ditemukan identitas pelaku yang kemudian diamankan 19 Oktober kemarin.

Untuk modus yang digunakan pelaku yakni mengambil HP korban ketika korban tengah tertidur. Pelaku yang sehari-hari bekerja di tempat pembuatan kerupuk kulit sapi, karena sedang tidak bekerja dan terdesak kebutuhan sehari-hari, mengaku terpaksa mencuri HP ponakannya.

“Cara ambilnya ketika korban tidur. HP-nya dijual untuk beli beras, dijual di konter dengan harga Rp700 ribu. Dia ini kerja di tempat pembuatan kerupuk kulit, gajinya Rp50 ribu per hari. Cuma karena tidak kerja, akhirnya mencuri,” jelas Nasrullah, Senin (24/10).

Mengingat pelaku dan korban masih keluarga, pihaknya mengarahkan kasus tersebut agar diselesaikan dengan restorative justice (RJ). “Karena ini pencurian dalam keluarga, di mana korbannya (adalah) ponakan dan pelakunya pamannya, jadi masih ada upaya dalam keluarga juga. Kemungkinan akan mengarah ke restorative justice,” ujarnya.

Kendati, proses administrasi hukum untuk kasus tersebut tetap dilakukan sembari menunggu pihak keluarga bernegosiasi. “Keponakannya tidak tahu kalau pamannya (yang) mencuri, makanya sekarang pihak keluarga sedang bernegosiasi, karena ini antar keluarga,” ungkapnya. (dpi)