Daya Tarik Senggigi Jadi Pilihan Tamu Kapal Pesiar

102
Wisatawan kapal pesiar mengunjungi Senggigi (Inside Lombok/Yudina)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Kapal pesiar Viking Orion bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Rabu (23/11) pagi. Beberapa wisatawan penumpang kapal pesiar itu memilih menghabiskan waktu singgah mereka dengan mengunjungi Senggigi. Mulai dari melihat kerajinan hingga menikmati pijat tradisional di tepi pantai pun menjadi pilihan aktivitas yang dilakukan.

Diane, salah seroang wisatawan mancanegara (wisman) asal Inggris mengaku pijat tradisional yang dinikmati di Senggigi meninggalkan kesan yang luar biasa. “Luar biasa, sangat bagus. Pemandangannya juga bagus. Saya benar-benar menikmati waktu saya (di Senggigi),” ujarnya seraya tersenyum semringah usai menikmati pijat tradisional bersama suaminya di tepi pantai Senggigi, Rabu (23/11).

WhatsApp Image 2022 11 23 at 16.53.07

Zul Awida, tukang pijat tradisional yang sudah 25 tahun bekerja di Senggigi mengaku, bahwa Diane bersama suaminya adalah pelanggan pertama ia dan rekannya hari ini.

“Hari ini tamu kapal pesiar yang pijat di sini (tepi pantai Senggigi) baru dua ini. Kalau tiap harinya tergantung,” ujarnya di sela-sela menawarkan pijat kepada para wisman yang melintas di tepi pantai.

WhatsApp Image 2022 11 23 at 16.53.07 1

Ia dan rekan-rekannya pun mendapatkan bayaran sekitar Rp400 ribu dari sepasang wisman tersebut. Karena perorangnya cukup membayar Rp200 ribu untuk pijat selama 30 menit.

“Ndak sih kita pasangin tarif, cuma tawar-menawar aja. Kita dapat Rp400 yang 30 menit. Kalau tamu-tamu kapal pesiar, begini lah cara kita ngasih penawaran,” tutur dia.

Uang yang mereka dapatkan itu pun akan dibagi rata dengan para rekannya. Menurut Zul, kondisi saat ini sudah mulai ramai dibandingkan saat pandemi Covid-19 yang membuat usaha mereka terasa mati suri. Sehingga ia berharap kunjungan kapal pesiar ke Lombok ke depannya bisa juga membawa dampak bagi dirinya dan rekan-rekannya.

WhatsApp Image 2022 11 23 at 16.53.07 2

“Harapannya mudah-mudahan lebih banyak tamu yang diarahkan juga datang ke sini,” harap dia.

Ia juga bercerita, bahwa ia dan rekannya tetap menawarkan pijat kepada para wisatawan lokal yang berkunjung ke Senggigi setiap harinya. Terutama di akhir pekan. Sehingga mereka juga sembari berjualan makanan dan minuman cepat saji di sana.

“Alhamdulillah yang lokal-lokal itu juga kita pijat dengan harga yang minim, ada yang Rp50 ribu, Rp30 samapai Rp20 ribu,” tandasnya. (yud)