Destinasi Berbasis Digital, Taman Loang Baloq Punya Internet Gratis untuk Pengunjung

41
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi. (Inside Lombok/dok)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram meningkatkan pelayanan di Taman Loang Baloq. Saat ini, salah satu destinasi andalan Kota Mataram tersebut dipasangkan internet gratis bagi para pengunjung, guna mewujudkan Loang Baloq sebagai destinasi berbasis digital.

Kepala Dispar Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, Kamis (23/6) di Mataram mengatakan, semua transaksi yang dilakukan oleh pengunjung menggunakan sistem aplikasi. Misalnya, untuk membayar parkir atau tiket masuk destinasi menggunakan aplikasi pembayaran Qris. Tidak saja membayar parkir, melainkan pembayaran makanan di lapak-lapak PKL.

“Segala pembayaran di sana pakai Qris. Pembayaran parkir transaksi ke pedagangnya pakai Qris,” katanya. Saat ini fasilitas internet gratis tersebut sudah bisa dimanfaatkan oleh pengunjung.

Selain internet, Taman Loang Baloq juga dilengkapi dengan taman baca yang bisa dimanfaatkan oleh para pengunjung. “Ada perpustakaan mini taman baca. Taman baca ini disinergikan dengan internet gratis. Jadi masyarakat juga bisa meraih informasi menggunakan internet. Tidak hanya menggunakan buku manual,” ujarnya.

Penambahan fasilitas internet gratis yang disiapkan Pemerintah Kota Mataram ini untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Karena diketahui, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Loang Baloq sebesar Rp1 miliar.

Sementara terkait adanya pengunjung yang tidak memiliki aplikasi pembayaran, untuk sementara waktu masih bisa menggunakan sistem manual. Mengingat proses pembayaran melalui aplikasi dalam tahap sosialisasi. Namun ke depan, semua transaksi pembayaran diharapkan bisa cashless.

“Sementara ini kita kasih dua pilihan dulu. Masih sosialisasi juga kita coba baru dipasang. nanti lama kelamaan semua gunakan Qris,” terang Denny.

Sementara terkait antisipasi pengunjung membuka situs-situs yang dilarang, Denny mengakui bukan ranah Dinas Pariwisata. Namun situs tersebut merupakan kewenangan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang akan memblokirnya.

“Itu kan bukan ranah pariwisata. Itu Kominfo RI. Tidak bisa saya jangkau. Sudah diblokir oleh Kominfo,” ungkapnya. (azm)