Diberi Lahan Gratis, Aplikator STIP NTB Diminta Pekerjakan Orang Lokal

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, meninjau proses produksi RTG di STIP NTB, Senin (29/04/2019) (Inside Lombok/Humas NTB)

Mataram (Inside Lombok) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah (Bang Zul), meluncurkan produksi Teknologi Rumah Tahan Gempa (RTG) di Science Techology and Industrial Park (STIP) NTB, Senin (29/04/2019).

Produksi RTG oleh STIP tersebut menurut Bang Zul merupakan salah satu langkah untuk mengubah pola kerja masyarakat NTB yang semula dari sektor pertanian ke industri.

“Mungkin butuh waktu lama, tapi harus dimulai. Harus ada transfer teknologi dan management expertise dari aplikator ke tenaga kerja lokal di NTB”, ujar Bang Zul, Senin (24/04/2019).

Selain itu, dalam proses produksi orang nomor satu di NTB itu mendorong para aplikator yang menggunakan lahan di STIP NTB untuk menggunakan tenaga lokal. Mengingat pemberian lahan gratis bagi aplikator di STIP salah satunya agar memperkerjakan masyarakat lokal NTB sendiri.

“Pemerintah provinsi sudah menyiapkan lahan dan sejumlah fasilitas secara gratis di STIP. Kalo bisa yang dipekerjakan buruhnya, tenaganya, engineers-nya semua orang lokal. Mungkin banyak kekurangan. Tapi itu tugas bapak-bapak (aplikator, Red) untuk mengajarkan mereka,” tegas Bang Zul.

Bang Zul juga menerangkan bahwa semua aplikator yang ada di STIP ini sedang membuat sejarah baru di NTB. Sehingga mendukung pengembangan pola pikir dan paradigma di masyarakat. Dimana orang yang biasa bekerja di bidang pertanian, menjadi orang yang mampu juga bekerja di bidang pelayanan jasa dan industri.

Di STIP NTB sendiri saat ini ada 17 aplikator yang akan mengerjakan 11 jenis RTG. Berdasarkan laporan Kepala Dinas Perindustriaan Provinsi NTB, Andi Pramania, investasi yang masuk ke STIP NTB untuk pembangunan RTG sekitar Rp. 37 miliar.

Andi sendiri menyebutkan bahwa ada dua kelompok yang terdiri dari sekitar 231 orang dan 150 orang yang sedang menunggu untuk bekerja di STIP NTB. Kemampuan produksi STIP saat ini adalah sekitar 500 unit rumah per minggu atau sekitar 73 unit per hari. STIP juga telah menyepakati untuk membangun 35.000 unit RTG hingga Desember 2019.