26.5 C
Mataram
Minggu, 14 April 2024
BerandaBerita UtamaDiduga Jadi Sarang Pungli, Mapolres Loteng Kembali Digeruduk Massa

Diduga Jadi Sarang Pungli, Mapolres Loteng Kembali Digeruduk Massa

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Puluhan massa dari gabungan lembaga swadaya masyarakat (LSM) kembali menggeruduk Kantor Polres Lombok Tengah (Loteng), Senin (1/4/2024). Aksi tersebut dilakukan buntut dari dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan di sejumlah satuan unit pelayanan seperti di TAHTI dan lainnya.

Koordinator Lapangan Aksi, Kusuma Wardana mengatakan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) di Polres Loteng juga diduga menjadi sarang pungli. Massa menyebut hampir setiap hari puluhan masyarakat dan pelajar menjadi sasaran aksi pungli oknum. “Mereka bahkan memalak masyarakat yang melintas bahkan di depan kantor mereka, bahkan anak-anak SMA juga kena palak,” ujarnya di depan Mapolres Loteng, Senin (1/4).

Selain itu, Kusuma juga membeberkan bahwa pihak kepolisian mengambil kesempatan saat membubarkan kempulan kegiatan masyarakat dan remaja balap liar bahkan mereka mengambil kesempatan dengan mengangkut sepeda motor dan dibawa ke kantor. “Yang kami sesalkan adalah kendaraan yang diangkut itu harus berbayar jika dikeluarkan sebesar Rp1,5 juta,” tegasnya.

Setelah itu massa saling bergantian menyampaikan orasi dan menyampaikan aspirasinya dan membakar ban bekas di depan Mapolres Loteng. Massa sempat bersitegang dengan pihak kepolisian yang melakukan penjagaan karena massa tak kunjung ditemui oleh Kapolres, namun tidak sempat terjadi baku hantam.

- Advertisement -

Sementara itu, perwakilan massa aksi lainnya Lalu Subadri menyebutkan pihaknya sudah dua kali mendatangi Mapolres Loteng untuk menyampaikan aspirasi dan melakukan dialog publik bersama Kapolres. “Kami datang dengan baik-baik ini sudah kali kedua apakah pak Kapolres sangat anti dengan kami sehingga kami tidak ditemui,” ujar dia.

Selain itu, pihaknya meminta Kapolres Loteng keluar dari Kabupaten Loteng jika persoalan pungli dan Kasus-kasus yang ditangani tak kunjung diselesaikan. “Jika pak Kapolres tidak mampu selesaikan kami persilahkan Pak Kapolres pergi dari Loteng,” tandasnya. (fhr)

- Advertisement -

Berita Populer