Dikbud Diminta Lebih Responsif Tangani Sekolah Terdampak Banjir

Wakil ketua DPRD Lobar, Hj. Nurul Adha, beberapa waktu lalu. (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Wakil Ketua DPRD Lobar, Hj. Nurul Adha meminta Pemda melalui OPD terkait memberi atensi serius untuk cepat memberi penanganan bagi sekolah yang terdampak banjir. Seperti SDN 1 Labuan Tereng yang selalu tergenang ketika air bah dari tanggul yang jebol itu mulai meluap.

“Dalam hal ini Dikbud harus bisa lebih responsif untuk fasilitas yang terdampak, termasuk juga memberi trauma healing kepada para murid di sana” tegas politisi perempuan dari PKS ini, Senin (01/03/2021).

Ia meminta Dikbud turut berperan bersama guru untuk turun memberikan trauma healing kepada anak-anak setempat. Termasuk penanganan sarana dan prasana, dirinya meminta Pemda bisa segera mengalokasikan anggaran. Tidak hanya untuk penanganan jangka pendek, tetapi juga penanganan jangka panjang supaya ke depannya sekolah tersebut tidak lagi menjadi langganan banjir.

“Seperti yang diharapakan oleh pihak sekolah, supaya pondasi sekolah itu bisa lebih ditinggikan. Itu juga harus ditangani segera” ujarnya.

Tidak hanya untuk sekolah yang ada di Labuan Tereng, tetapi ia juga meminta Dikbud untuk melakukan identifikasi terhadap semua sekolah yang ada di lokasi rawan banjir dan terdampak.

Sekdis Dikbud, H. Haerudin pun mengaku bahwa pihaknya melalui Kabid Sarpras sudah turun meninjau dan melakukan identifikasi terhadap sekolah-sekolah yang ada di wilayah Sekotong dan Lembar. Yang kemungkinan terdampak banjir yang sudah beberapa kali terjadi saat intensitas hujan mulai tinggi dalam beberapa bulan terakhir ini.

“Tim kami sudah turun untuk mengecek, untuk penanganan jangka panjang yang menyangkut sarana dan prasarana yang rusak, nanti kami akan bahas di Dikbud bersama dengan pihak sekolah” beber Sekdis Dikbud Lobar ini.

Di mana sebelumnya, kepala sekolah SDN 1 Labuan Tereng, berharap pemerintah dapat membantu untuk meningkatkan pondasi sekolah tempatnya mengajar tersebut untuk bisa mengantisipasi genangan apabila banjir kembali melanda kawasan itu.

“Untuk perlengkapan belajar dan peralatan elektronik yang rusak, kami pihak sekolah akan membahasnya apakah nanti bisa diadakan melalui dana bos atau nanti akan ada subdisi dari pemerintah” ucapnya.

Di mana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu itu menggenangi tujuh ruang kelas, tiga ruang guru serta ruangan kepala sekolah, dua rumah dinas, serta dua lokal ruang TK yang ada di lingkup sekolah itu.