Dilirik Banyak Investor Baru, NTB Dicanangkan Punya Kereta Gantung hingga Penangkaran Komodo

548
Ilustrasi komodo (Image source : aviatour)

Mataram (Inside Lombok) – Dampak dari beberapa gelaran event internasional di NTB, sejumlah investor baru melirik untuk berinvestasi. Terutama investasi pada sektor pariwisata yang memiliki potensi cukup bagus, seperti resort atau hotel berbintang di kawasan pariwisata.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Muhammad Rum mengakui dampak berbagai event yang telah dilangsungkan di NTB mulai menarik keseriusan investor. Salah satunya rencana investasi kereta gantung Rinjani yang sudah lama digodok, dan tengah dibahas percepatan realisasinya. Apalagi NTB memiliki daya tarik baru dengan adanya kEK Mandalika di Lombok Tengah dan Samota di Sumbawa.

“Kemudian yang lain adalah di Gili Petagan Lombok Timur, nanti akan mendukung Mandalika maupun Samota. Ini bentuknya (investasi) resort. Jadi nanti ada (resort) yang terapung dan di darat,” kata Rum, Kamis (7/7)

Tak hanya itu, ada juga rencana investasi kebun binatang di Gili Petagan. Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, kebun binatang tersebut juga akan dilengkapi dengan penangkaran komodo.

“Jadi kalau mau lihat komodo tidak harus ke Pulau Komodo, cukup kita ke Gili Petagan,” ujarnya. Hal ini pun sebagai salah satu alternatif dengan adanya event internasional MotoGP dan MXGP yang telah menarik wisatawan ke NTB.

Dengan berbagai rencana investasi itu, nantinya jika ada pengunjung mereka tidak hanya menonton balap saja. Sehingga daya tarik NTB semakin lengkap, sehingga wisatawan semakin antusias untuk datang berkunjung, termasuk para investor baru.

“Jadi daya tarik orang itu malah semakin gila. Bahkan nanti makin berlipat-lipat yang datang untuk MotoGP dan event lainnya. karena ada alternatif lain untuk dikunjungi, mengingat tidak semua orang menyukai menonton balap,” tuturnya.

Investor yang akan membangun resort di Gili Petagan untuk memenuhi ketersediaan akomodasi di NTB juga untuk menambah akomodasi yang dibutuhkan. Pasalnya selama MotoGP Maret 2022 lalu banyak penonton tidak kebagian kamar, yang akhirnya mereka memilih menginap di Bali.

Dengan adanya rencana investasi resort dan kebun binatang ini, wisatawan tidak perlu menginap di Bali, dan tetap bisa menginap di NTB. “Kita harapkan jadi dengan adanya resort di Gili Petagan harapannya memenuhi ketersediaan akomodasi. Tapi mungkin kelasnya menengah ke atas atau hotel berbintang selama ini kan mereka menginap di Bali pada saat ada event,” ungkap Rum.

Sementara itu, investor yang akan menanamkan sahamnya di NTB adalah investor lokal. Begitu juga untuk kebun binatang, adalah investor yang sama yang membangun fasilitas serupa di Lombok Utara. Bahkan sudah ada surat persetujuan dari pemerintah pusat pada Gili Petagan untuk penangkaran satwa.

“Jadi sudah ada persetujuannya untuk satwa dan resort di sana. Nilai investasinya sekitar Rp300-400 miliar,” tandasnya. (dpi)