Dinas NTB Siapkan Bantuan Untuk Peternak Terdampak Corona

Seorang peternak menggembalakan ternak kerbau di Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (3/11/2018). Inside Lombok/ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/kye.

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Nusa Tenggara Barat menyiapkan bantuan untuk para peternak yang terdampak wabah Coronavirus Desease 2019 (COVID-19) di provinsi tersebut.

Kepala Disnakeswan NTB Budi Septiani di Mataram, Senin mengatakan, bantuan yang akan diberikan bisa berupa unggas atau jenis lainnya yang bisa dijadikan sebagai sumber pemenuhan pangan dan gizi keluarga peternak.

“Sumber dana bantuan untuk peternak berasal dari refocusing anggaran perjalanan dinas, pertemuan dan lainnya sebesar 50 persen, baik yang bersumber dari APBN maupun dari APBD,” katanya.

Ia menyebutkan dari hasil pendataan sementara, jumlah peternak di NTB, yang terdampak wabah COVID-19 sebanyak 2.000 orang. Jumlah tersebut bisa bertambah karena proses pendataan masih terus berjalan.

Para peternak terdampak yang menjadi prioritas untuk mendapatkan bantuan adalah yang masuk dalam kategori sangat miskin sesuai arahan pemerintah pusat.

Budi menambahkan hasil pendataan akan diserahkan kepada Dinas Sosial NTB untuk diverifikasi. Hal itu bertujuan agar bantuan tepat sasaran dan mencegah adanya peternak memperoleh bantuan ganda dari pemerintah.

“Nanti ada bantuan dari pemerintah pusat dan ada bantuan dari Pemerintah Provinsi NTB melalui program jaring pengaman sosial (JPS),” ujarnya.

Program pendataan masyarakat terdampak wabah COVID-19, kata dia, juga dilakukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya di NTB. Masing-masing dinas memiliki sasaran penerima bantuan sesuai dengan bidangnya.

Besaran bantuan dana yang akan dialokasikan untuk masing-masing dinas tentu berbeda-beda. Namun, pada prinsipnya semua OPD diminta untuk memberikan kontribusi terhadap upaya pemulihan ekonomi masyarakat terdampak virus corona.

“Saya membahas rancangan dana dan jenis bantuan bersama seluruh kepala bidang. Kami juga masih menunggu dari tim yang menentukan berapa dana yang bisa dialokasikan,” ucap Budi. (Ant)