Disdag: Kegiatan Pasar Murah Bantu UKM Mataram Aktif

Kegiatan bazar pasar murah yang dilaksanakan Dinas Perdagangan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala.dok)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan, kegiatan pasar murah yang sedang dilaksanakan di enam kecamatan dapat menstabilkan harga kebutuhan pokok sekaligus membantu usaha kecil menengah (UKM) untuk kembali beraktivitas di masa pandemi COVID-19.

“Salah satu tujuan kita melaksanakan pasar murah sebanyak 21 kali di enam kecamatan adalah membangkitkan kembali semangat UKM untuk berproduksi. Yang selama ini vakum karena COVID-19, setelah ada bazar mereka bisa bangkit lagi,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram H Amran M Amin di Mataram, Kamis.

Ia mengatakan, kegiatan bazar pasar rakyat yang dimulai pada 31 Agustus 2020, saat ini telah dilaksanakan di empat kecamatan sehingga tersisa 2 kecamatan yakni Kecamatan Ampenan dan Sekarbela.

Karena itu, sekarang Disdag sedang menyiapkan untuk kegiatan bazar pasar murah di dua kecamatan tersebut dengan jatah masing-masing 3 kali.

Dalam setiap kegiatan, pihaknya melibatkan 30 distributor dan retail modern, juga melibatkan UMKM di bawah binaan Dinas Pertanian, Dinas Koperasi, Perindustrian dan UKM, serta Dinas Kelautan dan Perikanan.

“Alhamdulillah, para pelaku UKM kita sangat terbantu dan bersyukur dengan adanya kegiatan bazar pasar murah yang kita programkan,” katanya.

Menurut dia, harga yang ditawarkan distributor di pasar rakyat merupakan harga di bawah harga pasar, karena itu sudah menjadi kesepakatan bersama agar dapat membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Sedangkan untuk harga hasil produksi UMKM, berupa berbagai hasil pangan olahan seperti kerupuk, bakso, abon, kue kering dan lainnya, tetap normal. Ini, menjadi wadah memberikan motovasi bagi UMKM agar tetap bertahan di tengah pandemi COVID-19.

“Jadi kita diharapkan bisa berpartisipasi membeli berbagai hasil produksi UKM,” katanya.

Untuk ikut serta dalam kegiatan bazar pasar murah, pelaku UKM tinggal datang mendaftarkan diri sedangkan untuk fasilitas meja, kursi dan tenda sisiapkan Disdag.

“Jadi pelaku UKM tinggal datang membawa hasil produk olahan mereka karena fasilitas kami berikan gratis,” katanya.

Sementara menyinggung tentang besaran transaksi dalam kegiatan pasar murah, Amran mengatakan, sejauh ini pihaknya belum melakukan penghitungan secara kolektif karena kegiatan pasar murah belum rampung.

“Yang sudah kami hitung hanya kegiatan pasar murah di Lapangan Sangkareang dalam rangkaian HUT ke-27 Kota Mataram, dengan total transkasi Rp63 juta. Sedangkan untuk kegiatan di tempat lain akan kita hitung setelah kegiatan tuntas,” katanya. (Ant)