Lombok Tengah (Inside Lombok) — Komitmen Alfamart dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali diwujudkan melalui kolaborasi bersama Pemerintah Daerah Lombok Tengah. Keduanya berkolaborasi menggelar pelatihan manajemen ritel dan kurasi produk bagi puluhan pelaku UMKM, sebagai upaya meningkatkan kapasitas usaha sekaligus membuka peluang masuk ke ritel modern.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Lombok Tengah, Kamis (30/4), diikuti sekitar 50 pelaku UMKM yang telah memenuhi sejumlah kriteria dasar, baik dari sisi legalitas maupun kualitas produk. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Alfamart dalam mendampingi UMKM agar mampu beradaptasi dengan dinamika pasar ritel yang terus berkembang.
Branch Merchandising and Product Analyst Manager Alfamart, Jaloem Pratama, mengatakan bahwa pelatihan serupa rutin dilakukan sebagai sarana berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat pemahaman pelaku UMKM terhadap standar ritel modern.
Menurut dia, pelaku UMKM perlu terus mengikuti tren pasar agar dapat berinovasi, baik dari sisi harga, kemasan, maupun kualitas produk. Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak hanya kompetitif, tetapi juga memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.
Ia menambahkan, Alfamart membuka peluang seluas-luasnya bagi UMKM untuk memasarkan produknya di gerai. Namun demikian, setiap produk tetap harus melalui proses kurasi yang sesuai untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan penjualan.
“Alfamart pada prinsipnya sangat terbuka terhadap produk UMKM. Namun, kami juga memastikan bahwa produk yang masuk telah memenuhi standar, sehingga dapat diterima pasar dan meminimalkan potensi pengembalian barang,” ujar Jaloem.
Proses kurasi tersebut mencakup pengajuan administrasi, seleksi produk, hingga masa uji coba penjualan selama tiga bulan sebelum dilakukan evaluasi lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Tengah, Baiq Yuliana, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai pelatihan tersebut menjadi langkah strategis untuk mendorong UMKM lokal agar dapat naik kelas dan menembus pasar ritel modern.
Menurut Baiq, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa sejumlah UMKM masih menghadapi kendala, terutama dalam menyesuaikan sistem dan mekanisme kerja sama dengan ritel modern. Karena itu, melalui pelatihan ini, pelaku UMKM dibekali pemahaman yang lebih komprehensif, termasuk kesiapan dari sisi operasional dan administrasi.
Pemerintah daerah, lanjutnya, juga akan memberikan pendampingan, termasuk mendorong pembentukan kelembagaan, guna mempermudah akses UMKM ke pasar yang lebih luas.
Melalui kolaborasi ini, Alfamart menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh bersama UMKM, sekaligus memperkuat peran sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekonomi lokal.

