Dukungan Masyarakat Bersihkan Puing Kebakaran di Kediaman Wabup Lobar

152
Warga yang bergotong royong membantu membersihkan puing-puing sisa kebakaran rumah Wabup Lobar, Kamis (22/09/2022). (Inside Lombok/Ist)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Ratusan warga berbondong-bondong membantu membersihkan puing-puing sisa kebakaran hebat yang menghanguskan rumah utama Wakil Bupati (Wabup) Lobar, Hj. Sumiatun dan keluarga. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (21/09) siang itu pun menyisakan pilu dan rasa prihatin yang mendalam bagi sebagian besar masyarakat Lobar.

Warga yang datang membantu pun tidak hanya warga Sekotong. Melainkan juga banyak warga yang datang dari Kecamatan Lembar, Lombok Tengah, hingga Ampenan. “Ini sebagai bentuk loyalitas masyarakat dan juga kami kepada Ibu Wakil Bupati,” tutur Kades Jembatan Kembar, Amirullah di sela-sela ia membantu bersih-bersih di kediaman Wabup di Sekotong.

Kedatangannya bersama sejumlah warga pun diakuinya sebagai bentuk loyalitas, dan dilakukan secara suka rela walau tidak diperintahkan untuk membantu. “Bagi kami masyarakat Lobar, rumah ini sudah seperti rumah kami. Sudah begitu banyak persoalan yang bisa diselesaikan di rumah ini,” ungkapnya.

Kades Kedaro, H. Mustafa pun mengutarakan hal yang sama. Menurut dia, sudah menjadi hal yang wajar jika masyarakat Lobar khususnya masyarakat Sekotong membantu Wabup yang baru saja ditimpa musibah kebakaran tersebut.

“Kita sudah sering dibantu oleh Miq Tuan (H. Lalu Dariadi) dan juga Ibu Wabup. Sekarang giliran kami yang membantu,” lugasnya.

Tampak juga anggota Kepolisian, BPBD Lobar, Dinas Damkar dan instansi lainnya ikut membersihkan puing-puing sisa kebakaran itu. Ada yang membantu mengangkut reruntuhan dengan alat seadanya baik ember, skop dan alat lainnya.

Waka Polres Lobar, Kompol Taufik yang ditemui di lokasi pum mengaku ia dan para personel Polres Lobar sudah berada di lokasi sejak kemarin saat kejadian kebakaran itu. “Kita dari kejadian kebakaran kemarin, kami turunkan anggota sejak tadi malam, dan dibantu juga oleh masyarakat. Semua masyarakat bergabung jadi satu dengan kepolisian, ini spontanitas,” beber Taufik.

Namun, kata dia, terkait dugaan penyebab kebakaran, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Kendati dugaan awal penyebabnya disebut akibat arus pendek listrik. “Untuk penyebab, masih dalam penyelidikan. Tapi dugaan awal karena arus pendek,” tandasnya. (yud)