Jelang Ajaran Baru, Guru dan Orang Tua Diminta Awasi Anak-anak untuk Cegah Covid-19

Mataram (Inside Lombok) – Menjelang ajaran baru tahun pelajaran 2021/2022, orang tua dan guru diminta kerja sama untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Terutama dalam penerapan protokol kesehatan agar terhindar dari penyebaran Covid-19. Pasalnya, anak-anak sangat rentan terpapar virus yang mematikan ini.

“Ingat, yang kita hadapi ini anak-anak. Maka peran dari guru itu sangat besar. Pertama dalam mengingatkan, kedua sebagai contoh. Jangan sampai guru memperlihatkan tidak taat protokol kesehatan,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTB Hj Husnanidiaty Nurdin, Rabu (16/6/2021).

Ia mengatakan, meskipun target program vaksinasi sudah mencapai hampir 100 persen, wabah Covid-19 di NTB saat ini masih belum terkendali. Untuk itu, ia mendorong peran guru dan orang tua dapat menjadi contoh dalam memerangi virus Covid-19. Apalagi saat ini masyarakat sudah terlihat abai dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Kalau itu bisa kemudian kita yakinkan anak-anak bagaimana pentingnya kesehatan dan mencegah atau memutus penyebaran Covid-19 saya yakin sekolah ini akan membawa dampak positif,” katanya.

Ia pun memberi perhatian khusus bagi anak sekolah dasar. Menurutnya, perlu ada pengawasan yang ketat dari orang tua. Bagaimana memastikan anak-anak aman di luar sekolah, menjemputnya, dan memastikan anak-anak juga tidak abai dalam penerapan prokes.

“Tugas orang tua bagaimana memastikan dan menjemput anaknya. Terutama anak kecil ini SD, SMP. Jangan orang tua melepas anaknya begitu saja, harus diawasi ketat. Orang tua yang mengantar, orang tua yang menjemput di luar jam-jam sekolah harus dipastikan,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menegaskan, meski vaksin sudah diberikan kepada tenaga pendidik, sekolah juga harus mematikan anak-anak belajar dengan aman dan nyaman. Saat mulai masuk sekolah nanti, ia meminta pihak sekolah memastikan semua fasilitas dan sarana prasarana penunjang sudah steril, sehingga penyebaran Covid-19 bagi anak-anak di lingkungan sekolah dapat ditekan dengan maksimal.