Jelang Imlek Permintaan Bapok Menurun.

29
Jelang imlek permintaan bapok tidak ada lonjakan. (Inside Lombok/Devi)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi NTB memastikan ketersedian bahan pokok (bapok) menjelang hari raya imlek aman. Baik dari ketersedian maupun harga, beberapa komoditas bapok tidak ada pergerakan yang signifikan untuk permintaan.

“Pola masyarakat yang tidak terlalu tinggi seperti sebelum pandemi, ini mungkin karena masih Covid-19 gejolak-gejolak permintaan itu tidak terlalu signifikan,” kata Kepala Disdag Provinsi NTB, H Fathurrahman, Jumat (28/1).

Menurutnya, kondisi pandemi yang masih berlangsung membuat sebagian masyarakat mengurangi pembelian mereka. Apalagi ada beberapa komoditi bapok mengalami sedikit kenaikan beberapa waktu belakangan ini.

“Harga naik lebih kepada beberapa komoditi, seperti minyak goreng yang masih mengalami kenaikkan tinggi, tapi sudah mulai turun lagi harganya Rp14 ribu per liter,” jelasnya.

Selain itu ada cabai dan sebagainya, tapi tidak terlalu melonjak seperti yang terjadi sebelumnya. Sedangkan untuk telur ayam masih harga di Rp25.600 per kilogram. Untuk stok sendiri masih terbilang mencukupi karena tidak ada lonjakan permintaan dari masyarakat,

“Kalau ketahanan untuk telur sendiri sampai tiga bulan kedepan, karena untuk telur kita sempat over produksi tapi sudah normal lagi. Yang lain juga ketahannya sama,” terangnya.

Dikatakan, untuk ketersedian telur masih ada yang dipasok dari luar sebagai antisipasi ketersediaan. Apalagi menjelang event internasional yang akan digelar di Lombok, di mana kebutuhan telur dan bapok lainnya diprediksi akan meningkat. Sehingga perlu dipasok dari luar untuk memenuhi ketersedian agar tidak terjadi kelangkaan.

“Memang ada kebijakan dari beberapa kabupaten/kota di NTB harus menjaga ketersedian. Jangan sampai jelang event tidak ada tersedia,” ungkapnya.

Kendati demikian, jelang Imlek tahun ini tidak ada pengaruh sama sekali untuk permintaan bapok. Padahal biasanya ada lonjakan permintaan dari masyarakat, tetapi kondisi tersebut sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Di mana pada Hari Besar Keagamaan (HBKN), permintaan pada sejumlah bapok mengalami peningkatan dan harga pun juga mengalami kenaikkan.

“Sebelum pandemi permintaan beberapa komoditi banyak. Karena permintaan banyak harga biasanya ada sedikit lonjakan,” terangnya. Sementara ini dari pantauan di sejumlah pasar harga masih terpantau aman dan belum ada lonjakan yang tinggi. Namun dipastikan tidak ada kenaikan karena permintaan sendiri masih normal-normal saja hingga saat ini. (dpi)