26.5 C
Mataram
Minggu, 26 Mei 2024
BerandaBerita UtamaKeributan di Montong Buwuh Meninting Rugikan Pengusaha dan Pariwisata Senggigi

Keributan di Montong Buwuh Meninting Rugikan Pengusaha dan Pariwisata Senggigi

Mataram (Inside Lombok) – Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Senggigi mengungkapkan kekhawatiran atas terjadinya penyerangan beberapa waktu lalu di Montong Buwuh, Meninting, Batulayar, Lombok Barat. Pasalnya, atas kejadian tersebut berdampak langsung terhadap usaha dan pariwisata di wilayah itu.

Apalagi dengan beredarnya informasi untuk tidak melintas dari dan ke Senggigi pada jam-jam tertentu. Padahal Senggigi merupakan bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan sedang bersiap menyambut MotoGP 2024.

“Kondisi ini sangat merugikan bagi para pengusaha. Saat ini kita sedang terus berbenah untuk bangkit. Terutama Senggigi, pasca gempa dan pandemi Covid-19,” ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Senggigi, Suhermanto, Selasa (14/5).

Situasi ini harus segera diselesaikan agar tidak berlarut-larut dan mengganggu pemulihan pariwisata di Lombok. Semua pihak dirugikan, kegiatan usaha pariwisata langsung terganggu. Mengingat sampai saat ini usaha dan pariwisata Senggigi masih menjajaki pertumbuhan. “Pasca-kejadian, tamu-tamu ke Senggigi langsung sepi. Pelaku usaha pariwisata sudah banyak menanyakan kondusifitas Senggigi ke saya,” terangnya.

- Advertisement -

Terganggunya kondusifitas daerah menurutnya menjadi pengingat bahwa keamanan dan stabilitas merupakan faktor kunci dalam pengembangan pariwisata. Karena hal tersebut paling utama, jika kondisi keamanan terjadi maka tidak menutup kemungkinan semakin banyak kunjungan. Usaha-usaha disekitar juga ikut berkembang. “Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk menjaga kondusifitas. Selain itu, memastikan wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke Lombok,” katanya.

Dampak keributan ini tidak hanya dirasakan di Senggigi, tetapi juga di kawasan wisata selatan Lombok. Karena itu, sebagai pengusaha, ia prihatin dan menyayangkan peristiwanya. Dimana peristiwa ini harus dikawal proses hukumnya, agar tidak kembali terjadi dan tidak menimbulkan kerugian semua pihak.

“Kami apresiasi langkah Pj. Bupati Lombok Barat yang berjanji mengawal proses hukum untuk penyelesaian persoalannya. Kita berharap masyarakat supaya kejadian ini tidak diperpanjang. Karena dampaknya cukup besar, semua kita merasakannya,” tandasnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer