Kerumunan di Depan Kantor BNI Cabang Praya, Ini Penjelasan Kapolres

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Kerumunan warga yang mengambil BLT (Bantuan Langsung Tunai) UMKM program BPUM Rp1,2 juta di Kantor BNI Cabang Praya dalam beberapa hari terkahir dipersoalkan banyak pihak.

Masalahnya adalah warga berdesakan tanpa penerapan protokol Covid-19. Hal itu dikhawatirkan akan menimbulkan klaster baru Covid-19 di Lombok Tengah (Loteng).

Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho, Rabu (14/4/2021) mengatakan, sebenarnya pihak BNI sudah membuatkan jadwal warga yang akan mengambil BLT. Jumlahnya yakni 50 orang per hari untuk mencegah terjadinya kerumunan.

“Sudah dibuatkan nomor urut. Tapi masyarakat kita ini yang tidak mau datang sesuai dengan nomor urut yang sudah diberikan,”ujarnya.

Penyebab warga berbondong-bondong ke Kantor BNI cabang Praya diperkirakan karena adanya informasi bahwa pencairan BLT tidak akan bisa diproses setelah tanggal 15 April.

“Ada oknum aparat desa yang tidak tahu jadwalnya malah menyampaikan setelah tanggal 15 (April) nanti tidak bisa diproses,”katanya.

Informasi yang tidak benar tersebut menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Sehingga mereka berduyun-duyun ke Praya.

Terkait hal ini, pihak BNI diharapkan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat. Adapun pihaknya sudah mensiagakan personel untuk mencegah terjadinya kerumunan lagi di depan kantor BNI cabang Praya.

“Kita juga minta pihak BNI supaya yang tidak punya jadwal hari itu (pengambilan BLT) agar tidak dilayani. Disuruh pulang saja. Harus tegas,”cetus Esty.

Sementara itu, Pimpinan BNI Kantor Cabang Praya, Suryawan sebelumnya mengatakan, pihaknya sudah mengimbau agar masyarakat tidak berkerumun dan mematuhi protokol Covid-19.

“Termasuk menjaga jarak dan datang sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. Kami tidak menduga akan ada kerumunan seperti itu padahal sudah ada jadwal,”katanya.

Suryawan mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Polsek setempat untuk memberikan himbauan kepada masyarakat penerima bantuan yang akan mengambil bantuannya.

“Untuk besok pagi dan seterusnya kita pastikan tidak ada kerumunan lagi. Karena kita sudah memberikan jadwal perhari 50 orang saja,” tuturnya