Maraknya Kafe dan Karaoke Ilegal di Suranadi Disinyalir Jadi Penyumbang Kasus HIV/AIDS di Lobar

Ilustrasi HIV/AIDS (Image Source : promkes.kemkes.go.id)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Maraknya kafe dan karaoke ilegal di Suranadi, Kecamatan Narmada, Lombok Barat disinyalir menjadi salah satu penyumbang kasus HIV/AIDS di Lobar. Terlebih setelah sebelumnya mencuat kasus HIV/AIDS yang ditemukan dalam pemeriksaan terhadap para pekerja atau pemandu lagu di sana.

Menyikapi kondisi itu, pihak kecamatan berharap agar Pemda Lobar serta aparat penegak hukum bisa bertindak tegas untuk menutup lokasi-lokasi hiburan ilegal tersebut. Sebagai salah satu upaya untuk memutus penularan.

“Di samping pemeriksaan secara rutin yang kita harapkan untuk membatasi penularan itu, tentu upaya tegas harus kita lakukan bersama-sama,” ujar Camat Narmada, M. Busyairi, Kamis (01/12/2022).

Menurutnya, harapan pemutusan rantai penularan itu akan sulit tercapai bila tidak dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh pihak terkait. “Akan sulit kalau pemerintah hanya sendiri, sehingga perlu juga teman-teman dari TNI-Polri untuk membackup,” imbuh dia.

Terlebih usaha hiburan dan karaoke ilegal di Suranadi disebutnya sudah sangat meresahkan masyarakat. Di mana diketahui, para pekerja ilegal di sana kebanyakan dari luar Suranadi sendiri.

“Yang di sana itu kan usahanya ilegal, otomatis pekerjanya juga ilegal. Mereka datang ke Suranadi, di situ mereka beraktivitas, lalu saat dicek kesehatannya ternyata mereka positif HIV/AIDS,” tuturnya.

Pihak Puskesmas Suranadi pun disebutnya sudah melakukan asesmen. Sehingga dari beberapa kasus yang ditemukan, diupayakan untuk mendapatkan pengobatan dan dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan obat jalan.

“Kalau mobilitas ini agak susah kita batasi ya, karena selama usaha ini masih ada, ya mereka tidak bisa kita batasi,” ketus Busyairi. Ia pun berharap agar berbagai pihak terkait bisa sama-sama tegas untuk mengambil langkah menutup usaha hiburan ilegal yang ada di kawasan tersebut. “Ndak boleh ada tempat cafe atau karaoke ilegal di situ,” lanjutnya.

Sebelumnya, Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid mengakui angka penderita HIV/AIDS di Lobar tergolong tinggi. Untuk itu, pihaknya mendorong setiap orang yang memiliki gejala atau merasa terjangkit agar mau memeriksakan dirinya. Sebab hingga saat ini, persoalan tersebut yang masih menjadi kendala untuk melakukan deteksi dini.

“Kita tidak peduli dengan angka, yang penting sekarang ini mereka mau terbuka, dengan begitu, kita bisa mengetahui, sehingga kita bisa memberikan tindakan lebih preventif,” tegas Fauzan. Ia pun menaruh wasangka jumlah pengidap HIV/AIDS di Lobar lebih banyak ketimbang yang sudah memeriksakan diri hingga ditemukan kasus positif saat ini.

Namun saat dimintai tanggapan terkait maraknya kafe dan karaoke ilegal sebagai salah satu faktor penyebab penyebaran HIV/AIDS, Fauzan menyebut tidak bisa berasumsi seperti itu. Karena indikasi penyebaran HIV/AIDS ini justru lebih disebabkan oleh virus yang kebanyakan dibawa dari luar. Artinya mereka sudah kena dari luar Lombok Barat. (yud)