NTB Bertabur Event Nasional hingga Internasional, Wisatawan Diharapkan Menginap Lebih Lama

131
Salah satu tamu hotel yang cek out dari hotel di sekitar Mandalika (Inside Lombok/Devi)

Mataram (Inside Lombok) – Rata-rata lama menginap (RLM) wisatawan di hotel-hotel di NTB mengalami penurunan. Hal tersebut menjadi antensi pemerintah untuk menggenjot peningkatan angka RLM di hotel. Salah satunya dengan adanya beberapa event internasional maupun nasional yang digelar mampu mendongkrak peningkatan angka RLM.

Sekretaris Dinas Pariwisata NTB, Lalu Hasbulwadi mengatakan langkah paling efektif yang bisa dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kunjungan dan lama menginap di NTB dengan mengadakan event-event berskala nasional dan Internasional. Seperti gelaran Ironman pada 8 Oktober mendatang, kemudian event World Superbike (WSBK) November 2022 mendatang.

“Kemudian pengadaan festival maupun atraksi lokal milik daerah. Dengan begitu menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke NTB dan akan berdampak pada lama menginap wisatawan,” kata Hasbulwadi, Rabu (5/10).

Selain itu akan dilakukan promosi-promosi pariwisata Lombok-Sumbawa, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Tentu dengan berbasis digital dan non digital, termasuk kerja sama dengan berbagai pihak untuk menarik wisatawan berkunjung ke NTB.

“Promosi ini terus kita lakukan supaya wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang berkunjung ke Lombok-Sumbawa. Apalagi ada event, terus kita tampilkan beberapa atraksi juga supaya mereka betah disini,” ujarnya.

Kendati, menurunnya angka RLM di hotel kemungkinan karena hebohnya persoalan kenaikan BBM yang mana berdampak pada semua sektor, termasuk pariwisata. Di mana wisatawan akan berpikir untuk bepergian, terutama wisatawan menengah ke bawah.

“Karena mereka ini tidak mungkin berlama-lama menginap, pasti mempertimbangkan kondisi keuangannya,” tuturnya. Lain halnya wisatawan menengah ke atas memiliki budget atau dana lebih untuk berwisata. Terlebih dampak kenaikan BBM terjadi secara sistematik, termasuk berimbas pada turunnya lama menginap di hotel di Provinsi NTB.

“Bisa jadi yang banyak uangnya tidak berpengaruh, tapi kalau yang pas-pasan pasti begitu menghitungkan biaya perjalanan,” bebernya.

Kendati, dengan menurunnya persentase lama menginap wisatawan hotel bintang pada bulan September ini dipastikan untuk angka kunjungan wisatawan masih stabil. Hal ini terlihat dari animo masyarakat yang ingin berwisata pasca pandemi Covid-19 sangat tinggi. Di mana beberapa hotel maupun vila cukup banyak terpesan.

“Saat ini tingkat hunian hotel bintang empat itu rata-rata di angka 70-80 persen. Kalau vila berkisaran diangka 40 persen. Tapi kalau di akhir pekan Sabtu-Minggu tinggi, bisa sampai 80 persen,” jelasnya.

Sebagai informasi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB rata-rata lama menginap (RLM) tamu di Hotel Bintang pada Agustus 2022 sebesar 1,98 hari dan mengalami penurunan sebesar 0,19 hari dibandingkan RLM Juli 2022 yang sebesar 2,17 hari. Sedangkan Rata-rata lama menginap (RLM) tamu di Hotel Non Bintang pada Agustus 2022 selama 1,44 hari, naik sebesar 0,07 hari dibandingkan dengan RLM Juli 2022 yang sebesar 1,37 hari. (dpi)