Pasar Renteng Belum Bisa Ditempati Pedagang Meski Sudah Diresmikan

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Pasar Renteng Praya Lombok Tengah akhirnya diresmikan pada Rabu (10/2/2021). Meski sudah diresmikan, pasar megah yang dibangun dengan anggaran mencapai Rp120 miliar tersebut belum bisa ditempati. Paling cepat, Pasar Renteng akan ditempati pada bulan Maret.

“Karena masih ada beberapa sarana prasarana yang akan dibangun, seperti tembok pembatas juga tembok tempat parkir”ujar Suhaili.

Pemda Lombok Tengah telah mengalokasikan anggaran mencapai Rp1,6 miliar untuk pembangunan beberapa sarana prasarana yang belum terbangun seperti tembok pembatas tersebut.

Lebih lanjut, kata Suhaili, Pasar Renteng yang dibangun dua lantai tersebut akan menampung sebanyak 1.719 pedagang. Seribu lebih pedagang tersebut rata-rata adalah pedagang lama di pasar Renteng.

Polanya, pedagang akan membayar retribusi kepada pemerintah karena menempati los maupun kios di dalam pasar.

Meski diakui bahwa sebagian pedagang tersebut merupakan pedagang dari luar Lombok Tengah.

“Walaupun menimbulkan kecemburuan tapi itu mereka adalah pedagang lama. Itu yang diprioritaskan”ujarnya.

Yang paling penting menurutnya adalah bagaimana masyarakat bisa menjaga kebersihan pasar agar tetap nyaman digunakan.

Sementara itu, Direktur Prasarana Strategis Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Iwan Suprijanto mengatakan, bangunan pasar Renteng didesain tahan gempa.

Selain itu, pasar yang dinilai merupakan yang termegah di NTB tersebut dilengkapi dengan sistem proteksi kebakaran.

“Kemudian standar pasar ikuti Permendag yang pasar bersih dan sehat. Ada kios basah, kios kering, los kering, los basah,”jelasnya.

Sementara itu, kapasitas pasar Renteng di antaranya los kering sebanyak 1.205 unit. Kemudian los basah 56 unit, kios kering 471 unit. Lalu kios basah 16 unit.

Selain itu ada juga ruang penunjang yang terdiri dari ruang laktasi, ruang pengelola, mushola, toilet dan juga ruang pertemuan. Serta didukung oleh area parkir seluas 10. 575 M2.

Untuk pemulihan ekonomi nasional, penyelesaian pembangunan pasar Renteng dipercepat. Sehingga bisa diselesaikan pada akhir tahun 2020.

Struktur bangunan pasar Renteng, khususnya di bagian atap merepresentasikan arsitektur rumah adat Sade.

“Yang menunjukkan dan mencerminkan kearifan lokal sekaligus merepresentasikan kontekstual bangunan pasar ini terhadap lingkungan sekitarnya,”katanya.

Pihaknya berharap bangunan pasar Renteng menjadi ikon baru Lombok Tengah.