Peluang Tenaga Kerja Lokal di Sirkuit MotoGP Belum Jelas

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Hingga kini belum ada kejelasan mengenai peluang tenaga kerja lokal di sirkuit MotoGP yang ada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok Tengah (Loteng).

“Kemarin saya pernah ke PT ITDC menanyakan hal itu juga tapi belum ada kejelasan”,kata kata kasi penempatan tenaga kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Loteng, Sadrullah, Selasa (10/9/2020) di Praya.

Ketidakjelasan tersebut dinilai karena proyek pembangunan sirkuit MotoGP belum tuntas. Sehingga belum diketahui bidang apa saja yang membutuhkan tenaga kerja di mega proyek tersebut.

“Iya, ini kan soalnya belum selesai pembangunan jadinya belum ditau tenaga kerja apa yang dibutuhkan di sana nanti”,kata PLT Kepala Disnakertrans Loteng, Hj. Baiq Sri Hastuti Handayani.

Meski demikian, dia mengklaim kalau pihaknya tetap melakukan pelatihan dan pembinaan kepada warga. Hal itu dilakukan untuk mempersiapkan warga bekerja di sirkuit MotoGP.

Pelatihan tersebut di antaranya berupa kerajinan dari batok kelapa, kreasi tenun menjadi sepatu dan sendal, tata boga, pertukangan, menjahit dan pelatihan berbengkelan dengan total anggaran mencapai Rp500 juta lebih.

Dana pelatihan ini bersumber dari APBN. Karena APBD yang ada di Disnakertrans tahun ini dialihkan ke penanganan Covid-19.

“Pelatihan ini bukan semata ditunjukkan untuk di sirkuit. Tapi kita siapkan juga untuk daerah penyangga KEK”,katanya.

“Karena kalau tenaga kerja di sana belum jelas yang dibutuhkan maka tidak bisa dilakukan persiapan”,katanya lagi.

Lebih lanjut, dikatakannya kalau Pemda akan mengambil peran untuk memfasilitasi warga lokal agar tidak jadi penonton di sirkuit MotoGP.

Karena bagaimanapun, tenaga kerja lokal dipastikan akan bersaing dengan tenaga kerja dari luar di KEK Mandalika khususnya sirkuit MotoGP.