Pemda Lotim Butuh Gebrakan Tangani Masalah Stunting

9

Lombok Timur (Inside Lombok) – Masalah stunting atau gagal tumbuh, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) perlu mendapat perhatian khusus di Kabupaten Lombok Timur. Penanganannya pun perlu dilakukan secara terintegrasi dan lintas sektor.

Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy pada kegiatan Apel Siaga TPK Nusantara Bergerak dan Rakor TPPS yang beralangsung pada Kamis (12/5) mengaskan bahwa gagal tumbuh, AKI dan AKB merupakan masalah bersama. Apalagi kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia (IPM).

“Karenanya harus ada gebrakan agar Lombok Timur tidak semakin merosot ke posisi bawah. Jika tidak ada gebrakan atau gerakan, bisa jadi kita kembali menempati angka 9,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh OPD terkait, camat, dan ormas supaya meningkatkan kinerja sekaligus kerja sama agar mampu seoptimal mungkin menyelesaikan semua indikator-indikator. Pemerintah dalam hal ini diakuinya tidak akan bisa berjalan tanpa keikutsertaan semua komponen.

Wakil Bupati Lotim, H. Rumaksi Sj yang juga hadir pada kesempatan tersebut berharap seluruh tim yang terlibat dapat berkoordinasi dengan baik. Dengan koordinasi yang baik ia yakin persoalan tersebut dapat ditangani.

“Jika tim berjalan, tentunya stunting bisa ditangani,” ungkapnya.

Berdasarkan pemaparan Kepala Dinas Kesehatan Lotim, H. Pathurrahman menjelaskan kasus gagal tumbuh di Lotim terus mengalami penurunan, mulai dari 26,45 persen tahun 2018 hingga semakin melandai menempati angka 18,13 persen di tahun 2021.

“Penurunan tersebut berkat penerapan konsep yang baik menyangkut gizi maupun nutrisi,” pungkasnya.

Kepala Dinas P3AKB juga mengingatkan bahwa penyebab stunting ini yakni karena pernikahan dini, pola asuh keluarga balita/asupan makanan balita tidak tepat, ibu hamil dan remaja putri kurang gizi, jaminan pelayanan kesehatan, serta kurangnya akses sanitasi dan air bersih. (den)