Pemkot: Pilkada Mataram Bebas Klaster Penularan COVID-19

62
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram Lalu Martawang. (Foto: Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat menyatakan hasil evaluasi pilkada dan perkembangan pandemi COVID-19, daerah setempat bebas dari klaster virus corona jenis baru itu yang bersumber dari pesta demokrasi di daerah tersebut.

“Alhamdulillah, dari hasil rapat kami dengan jajaran di Polresta Mataram terhadap pelaksanaan pilkada dan perkembangan COVID-19, disimpulkan tidak ada klaster pilkada,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Pemkot Mataram Lalu Martawang di Mataram, Selasa.

Hal itu, katanya, artinya upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dan pelaksanaan Pilkada Mataram sudah berjalan lancar, aman, serta sesuai dengan harapan.

Kalau pun akhir-akhir ini terjadi penambahan kasus positif COVID-19, kata dia, hal itu disumbang oleh klaster perkantoran.

“Kalau kita telusuri lagi, pasien terkonfirmasi positif merupakan klaster perkantoran dari instansi vertikal,” katanya.

Namun demikian, Martawang tetap mengingatkan masyarakat agar selalu waspada karena penularan COVID-19 tidak mengenal instansi vertikal maupun daerah.

“Jadi, protokol COVID-19 melalui gerakan 3M (masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) harus tetap ditetapkan. Jangan sampai abai,” katanya.

Bahkan, lanjut dia, untuk memastikan penyelenggara pilkada bebas dari COVID-19, setelah pilkada semua petugas penyelenggaran dan badan adhoc sudah dilakukan tes usap.

“Alhamdulillah, hasil tes usap terhadap petugas penyelenggara pilkada menunjukkan hasil negatif COVID-19. Ini memperkuat keyakinan bahwa tidak ada klaster pilkada,” katanya.

Data Tim Gugus Tugas COVID-19 Kota Mataram, Selasa (22/12), pukul 14.00 Wita, tercatat akumulasi jumlah pasien COVID-19 sebanyak 1.365 orang, di mana mereka yang masih dalam perawataan 46 orang, sembuh 1.226 orang, dan meninggal 93 orang. (Ant)