Pemprov NTB Ajak Warga Bijak Berinternet di Tengah Pandemi COVID-19

77
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Nusa Tenggara Barat (NTB), I Gede Putu Aryadi (kanan) saat menerima silaturahim Tim 'Bakti Untuk Negeri, Ekpedisi Nusa Tenggara 2020' dari Metro TV di Mataram, Senin (28/9/2020). (Inside Lombok/ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (Inside Lombok) – Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Nusa Tenggara Barat, I Gede Putu Aryadi mengajak masyarakat bijak berinternet di tengah pandemi COVID-19.

“Peran teknologi dan informasi di masa pandemi COVID-19 sangat besar dampaknya untuk masyarakat. Namun, keberadaannya harus benar-benar dimanfaatkan untuk hal-hal yang produktif dan positif,” kata Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi saat menerima silaturahim Tim ‘Bakti Untuk Negeri, Ekspedisi Nusa Tenggara 2020’ dari Metro TV di Mataram, Senin.

Menurut Pak De sapaan Kadis Kominfotik NTB, bahwa perkembangan teknologi internet di era keterbukaan informasi ini, menjadikan masyarakat memiliki akses informasi dimana dan kapan saja. Sehingga tidak dapat dipungkiri akan ada dampak positif dan dampak negatif bagi masyarakat. Karena itu, memanfaatkannya juga perlu memiliki batasan agar bijak dalam berinternet.

“Gunakan internet untuk meningkatkan kemampuan pribadi dalam berinovasi sehingga menghasilkan hal yang positif,” ujarnya.

Pemanfaatan teknologi internet dalam hal yang positif, misalnya untuk dunia pendidikan, lingkungan, pariwisata, industri, dan berbagai manfaat lainnya.

Contohnya lanjut Pak De, di NTB sejak dilanda COVID-19, praktis sektor pariwisata lumpuh total. Tetapi beberapa desa wisata masih mampu mempromosikan aktivitas wisata desanya melalui internet.

Mantan Irbansus pada Inspektorat Provinsi NTB tersebut mencontohkan, beberapa pemuda yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Desa Wisata Kembang Kuning di Lombok Timur, mampu berproduktif dan berinovasi dengan memanfaatkan internet sebagai media untuk mempromosikan aktivitas wisata di desa yang berada di kaki Gunung Rinjani.

“Ini dampak positif penggunaan internet di tengah keterbatasan karena COVID-19,” jelas Aryadi.

Begitupun pada sektor lain lanjutnya, Aryadi, pemanfaatan internet untuk menggerakkan ekonomi dengan membangun aplikasi NTB Mall atau Mahadesa dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB sebagai media promosi dan pemasaran ke seluruh dunia.

Menurut dia, tidak mau ketinggalan manfaat internet juga merambah kalangan remaja dan anak muda yang memiliki kreatifitas dan inovasi di bidang TIK. Memanfaatkan internet secara mandiri membangun  market place untuk memasarkan produk karya UMKM di desa-desa.

Pada sektor pendidikan juga, keberadaan infrastruktur dan jaringan telekomunikasi dengan memanfaatkan internet di tengah batasan untuk berkumpul, dunia pendidikan juga memanfaatkan internet untuk belajar dalam jaringan (daring). Termasuk memberikan bahan ajar melalui internet untuk siswa-siswi yang sedang berada di rumah.

Selain itu, pemerintah daerah bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemenkominfo juga terus berikhtiar memberikan pelayanan telekomunikasi di seluruh wilayah NTB.

Saat ini pemerintah terus memasang perangkat jaringan internet wifi di berbagai titik di pelosok NTB.

“Pada ruang publik, seperti di Islamic Center, area umun di kabupaten/kota Pulau Sumbawa dan Lombok yang merupakan wilayah publik telah dipasang wifi,” katanya.

Keberadaan dan kemudahan berinternet untuk masyarakat pada hampir di semua wilayah NTB harus terus diawasi dengan memberikan edukasi dan membangun kesadaran agar tidak menggunakannya untuk yang negatif termasuk menyebarkan informasi yang tidak benar, mengadu domba dan diskriminatif.

“Masyarakat kita perlu terus diedukasi terutama pengguna media sosial untuk bijak berinternet dan bermedia sosial,” tegas Aryadi.

Menurutnya, pemerintah memiliki kewajiban dalam mendidik masyarakat dengan informasi yang mencerahkan, menginspirasi dan pemberdayaan sehingga masyarakat memiliki bekal pengetahuan yang cukup dalam menghadapi derasnya arus komunikasi dan informasi.

Sementara itu, produser acara ‘Bakti Untuk Negeri Ekspedisi Nusa Tenggara 2020’, Nando menjelaskan bahwa acara ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Kominfo RI melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) dengan Media Group News (Metro TV) untuk melihat perkembangan akses internet dan pemanfaatan teknologi internet di dalam semua seckor dan bidang melalui perjalanan darat di NTB.

“Ekspedisi ini berlangsung selama 35 hari , bertajuk ‘Bakti Untuk Negeri’ mengekpose capaian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dan manfaat internet yang digunakan oleh masyarakat, apalagi di masa pendemi COVID-19,” katanya. (Ant)