Penemuan Mayat Guru TK di Gunungsari, Ada Dugaan Penganiayaan

1200
Kapolresta Mataram, Kombes Pol Mustofa (Inside Lombok/Devi)

Mataram (Inside Lombok) – Seorang guru TK atas nama Haerani (29) yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di rumahnya beberapa waktu lalu masih menunggu hasil autopsi. Pasalnya ada beberapa luka lebam ditemukan pada jasad korban. Kondisi itu memunculkan dugaan tindak pidana yang terjadi pada korban, sehingga pihak kepolisian pun mendalami bukti-bukti dan keterangan saksi.

“Kita sudah memeriksa beberapa orang, istilahnya sudah bisa mengerucut. Tentang kemungkinan ada tindak pidananya kita segera mengumpulkan bukti dan saksi,” kata Kapolresta Mataram, Kombes Pol Mustofa, Rabu (10/8).

Diterangkan, saat ditemukan di dalam kamar mandi rumah di BTN Citra Persada Medas Blok S Nomor 5, Gunungsari, kondisi jenazah memang memiliki beberapa luka. Bahkan ada gigi yang copot. Kendati, Polresta Mataram belum mengetahui jelas apakah kondisi tubuh jenazah disebabkan tindak kekerasan atau bukan.

“Saya belum dapat info dari dokter, tapi intinya memang ada dugaan bahwa itu karena penganiayaan, tapi kan hasil lengkapnya saya harus menunggu hasil dokter. Saya masih mengumpulkan bukti untuk mengerucut,” jelas Mustofa.

Luka lebam yang dialami perempuan asal Ampenan itu memang diduga karena penganiayaan. Namun pihak kepolisian belum dapat menetapkan tersangka, lantaran proses autopsi dan penyelidikan masih berjalan.

“Sementara memang kita juga tidak menunda, yang jelas tanda-tanda ke arah (penganiayaan) ada. Tapi saya belum berani memastikan karena masih menunggu hasil visum dokter,” terangnya.

Beberapa waktu lalu sebanyak 15 saksi telah diperiksa. Saksi yang diperiksa yaitu tetangga, keluarga dan teman korban, untuk menemukan titik terang penyebab kematian korban. Sampai saat ini memang belum dapat dipastikan korban meninggal disebabkan karena apa. Karena hasil autopsi korban belum juga keluar.

“Mudah-mudahan dalam waktu secepatnya terungkap penyebabnya kematian dan sebagainya,” ujarnya.

Selain dilakukan pemeriksaan saksi, tetapi CCTV juga yang berada di perumahan milik korban diperiksa. Dari hasil CCTV yang ada juga belum bisa dipastikan apakah ada pelaku atau tidak dan meninggal karena apa.

“CCTV kita hanya melihat lalu lintas beberapa orang saja di situ. Kita belum bisa menemukan peran dari pada orang yang melintas,” tuturnya.

Ia berharap agar hasil autopsi korban bisa segera keluar. Sehingga dari pihak Polresta Mataram dapat segera mengambil langkah dari kasus tersebut. Agar dapat terungkap kematian dari guru TK tersebut disebabkan oleh apa. Pasalnya guru TK ini dikenal baik oleh para tetangga di perumahannya.

“Apakah perkara ini bisa dinaikkan ke penyidikan dengan ada tersangka atau saya hentikan karena tidak ada tersangkanya,” imbuhnya. (dpi)