Penerbangan Langsung Darwin-Lombok Jadi Peluang Kerjasama di Berbagai Bidang

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bertemu Menteri Urusan Asia, Peter Tinley membahas upaya agar penerbangan langsung Australia-Lombok dapat terus berkembang (Inside Lombok/Humas NTB)

Mataram (Inside Lombok) – Kunjungan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah (Bang Zul), ke Darwin, Australia, membuahkan beberapa hal. Misalnya rencana pembangunan pabrik pakan ternak di NTB, metode baru penanggulangan bencana, serta kesempatan bagi ASN lingkup Pemprov NTB untuk kursus gratis di Darwin.

Deretan rencana kerjasama tersebut kembali bertambah dengan keinginan Bang Zul untuk membuka jalur penerbangan langsung dari Lombok ke Darwin dan sebaliknya. Hal itu menurut Bang Zul sangat patut diwujudkan mengingat secara geografis NTB dan Darwin sebenarnya cukup dekat.

Dengan jarak yang dekat itu kendala akses transportasi berupa tidak adanya akses penerbangan langsung dirasa menjadi hal yang aneh. Karena jika penerbangan langsung tersebut ada dan berkembangang, NTB dan Darwin bisa bekerjasama dalam lebih banyak bidang.

Bang Zul sendiri menegaskan bahwa rencanan pengadaan penerbagan langsugn tersebut telah diserahkan kepada Dinas Pariwisata (Dispar) NTB. Untuk itu Kepala Dispar NTB, Lalu Moh. Faozal, akan mengupayakan rute penerbangan Darwi-Lombok agar segera dibuka dalam waktu dekat.

“Kalau direct flight (penerbangan langsung, Red) Darwin-Lombok ini bisa terwujud maka penerbangan Darwin-Lombok hanya sekitar satu jam. Sangat dekat,” ujar Bang Zul, Kamis (27/06/2019).

Salah satu hal menarik menurut Bang Zul adalah kenyataan bahwa jarak antara Darwin-Lombok lebih dekat ketimbang jarak antara Darwin-Melbourne atau berbagai kota lainnya di Australia sendiri. Karena itu Bang Zul meyakini kedekatan ini akan memperbesar kemungkinan wisatawan asal Darwin lebih memilih mengunjungi NTB ketimbang menjelajahi daerah-daerah lain di Australia.

Untuk itu di hari ke-empat lawatannya ke Darwin, Bang Zul menyempatkan diri bertemu dengan Menteri Urusan Asia, Peter Tinley, yang akan membantu memastikan penerbangan langsung Perth-Lombok yang telah dibuka lebih dulu dapat terus berkembang.

Secara keseluruhan menurut Bang Zul keadaan alam di kawasan Australia Utara, termasuk Darwin, mirip dengan wilayah Moyo Hilir di Sumbawa dan Sape di Bima atau di Dompu. Kemiripan ini akan memudahkan banyak kemajuan di kawasan tersebut untuk diadaptasi di daerah-daerah di NTB. Misalnya, kemajuan sektor peternakan di Australia Utara.

Terbukanya akses penerbangan langsung Darwin-Lombok dinilai memungkinkan transformasi keterampilan beternak serta manajemen sektor peternakan dari Darwin ke daerah-daerah di Lombok dan Sumbawa. Bang Zul sendiri membayangkan berbagai kemungkinan yang bisa diwujudkan dengan semakin eratnya koneksi dua daerah ini.

“Kelak bukan tidak mungkin peternak-peternak dari NTB akan lebih mudah membeli hewan ternak di Kawasan Utara Australia,” pungkas Bang Zul.