Polda Sebut Masih Banyak Pelanggaran Lalin Meski Sering Penyuluhan

Direktur Lalu Lintas Polda NTB, Kombes Amin Lintarso (Inside Lombok/Dok)

Mataram (Inside Lombok) – Setelah melaksanakan Operasi Keselamatan Gatarin 2019 sejak tanggal 29 April sampai dengan 12 Mei 2019. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat jumlah pengendara yang mendapat teguran justru meningkat.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda NTB, Kombes Amin Lintarso, menerangkan bahwa sepanjang gelar operasi selama dua pekan tersebut, Ditlantas Polda NTB menilang sebanyak 1.392 orang pelanggar lalu lintas.

Jumlah tersebut menunjukkan penurunan 11% dari angka tilang di tahun 2018 yang berjumlah 1.567 pelanggaran. Sedangkan teguran yang harus diberikan pada tahun 2019 justru meningkat, yaitu sebanyak 16.766 teguran, dimana pada tahun sebelumnya Ditlantas Polda NTB menegur sebanyak 15.596 orang pengedara yang melanggar. Jumlah itu sendiri menunjukkan kenaikan 8%.

“Itu khusus yang di Polda NTB saja,” ujar Amin kepada Inside Lombok, Rabu (15/05/2019) di Mataram.

Lebih jauh Amin menerangkan bahwa selama gelar operasi, Ditlantas Polda NTB mencatat terjadi 13 kali kecelakaan dengan korban meninggal sampai 9 orang, 2 orang mengalami luka berat, dan 8 orang mengalami luka ringan. Kerugian material sendiri diperkirakan mencapai Rp20.3 juta.

“Itu (kerugian material, Red) menurun 71% dari tahun 2018 yang sampai Rp73.300.000,” ujar Amin.

Pelanggaran yang terjadi sendiri meliputi pelanggaran kasat mata dimana banyak pengendara tidak mengenakan helm, berkendara di bawah umur, melawan jalur, maupun menaiki kendaraan yang tidak sesuai standar keamana. Selain itu, banyak juga pengendara yang tidak memiliki surat-surat yang lengkap, baik Surat Izin Mengemudi (SIM) maupun Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Amin sendiri menerangkan bahwa untuk mengatasi hal tersebut, sejak Operasi Keselamatan Gatarin 2018 sampai dengan Operasi Keselamatan Gatari 2019 Ditlantas Polda NTB telah melakukan beberapa upaya, antara lain memberikan Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas) melalui jutaan kali penyuluhan.

“Melalui Media Cetak 1.399 651 kali (penyuluhan), melalui Media Elektronik 1.119 980 kali. Di tempat keramaian 2.407 1.518 kali, di tempat istirahat 1.447 1.051 kali, di tempat rawan 2.336 1.246 kali. Jumlahnya sampai 8.708 5.446,” ujar Amin.

Selain itu, Ditlantas Polda NTB juga telah menyelenggarakan beberapa program turunan dari Program Nasional Keamanan Lalu Lintas maupun Program Nasional Keselamatan Lalu Lintas.

Antara lain Program Patroli Keamanan Sekolah, Pramuka Saka Bhayangkara Krida Lalu Lintas, Police Goes To Campus, dan Program Sekolah Mengemudi. Namun seluruh program tersebut tidak akan berjalan sesuai tujuannya jika masyarakat sendiri tidak mau mengubah pola pikir tentang keamanan berkendara.