Program 100 Hari Bupati-Wakil Bupati Loteng Diklaim Memuaskan

76
Deretan target kegiatan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri-Nursiah selama 100 hari kerja, Jum'at (4/6/2021). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng), Lalu Pathul Bahri-Nursiah diklaim memuaskan. PLT Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng, HM. Nazili, Jum’at (4/6/2021) di Praya, menyebutkan ada 32 jenis kegiatan dalam program 100 hari kerja Bupati-Wakil Bupati Loteng.

Dengan klasifikasi capaian 75 persen sangat memuaskan, 50-75 persen memuaskan, 25-50 persen cukup dan 0-25 persen diklasifikasikan kurang. Penilaian dilakukan oleh lembaga khusus.

“Dari 32 jenis kegiatan. Itu sudah 90 persen,”kata Nazili.

Meski demikian, ada tiga jenis kegiatan yang terkait dengan pelayanan publik yang capaiannya masih merah atau kurang. Yakni fasilitasi pembukaan jalan baru bagi dusun terisolir yakni nol persen yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum.

Kemudian digitalisasi model rujukan ke RSUD Praya oleh Dinas Kesehatan, persiapan persyaratan rumah sakit tipe B oleh RSUD Praya. Selanjutnya adalah program pemetaan rencana pemanfaatan aset atau gedung pemerintah yang saat ini banyak tidak terpakai.

Meski demikian, kata Nazili, capaian program pemerintah tidak mesti harus tuntas dalam 100 hari kerja tersebut. Namun, yang terpenting adalah sudah ada dasar atau pondasi awal menuju pembangunan berikutnya.

“Anggap yang 100 hari kerja ini awalnya saja. Tapi ada kegiatan yang memang dipastikan sudah berjalan. Seperti perbaikan pelayanan rumah sakit pembenahan pelayanan di Dukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) sudah berjalan,”imbuhnya.

Selama 100 hari kerja, Bupati juga beberapa kali berkantor di RSUD Praya dan Wakil Bupati di kantor Dukcapil. Hal itu dilakukan untuk memperbaiki pelayanan di dua instansi tersebut.

Namun, yang paling penting adalah mengubah pola pikir aparatur agar tidak meningkatkan pelayanan hanya pada saat diawasi pimpinan saja.

“Itu yang harus diubah pola pikir yang seperti itu. Sekarang ini juga ada e smart akan melihat kehadiran mereka dengan retina mata itu bisa dipantau akan dilihat siapa yang telat,”katanya.