Kasus Pneumonia di Lombok Tengah Jadi Perhatian Organisasi Internasional

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Lombok Tengah menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang menjadi lokasi Program Kesehatan Melawan Kematian Anak di Bawah Lima Tahun karena Pneumonia. Pneumonia merupakan peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi.

Program tersebut diimplementasikan oleh organisasi non pemerintah internasional, Save the Children dan dilaunching pada Jumat (4/6/2021).

Field Manager Save the Children, Harun Anggo mengatakan, program ini dilaksanakan di Lombok Tengah karena angka penderita di wilayah ini sangat tinggi.

“Dari data yang kami lihat, Lombok Tengah merupakan wilayah yang angka pneumonianya cukup tinggi. Kalau melihat data survey demokrasi kesehatan tahun 2017 itu angka kematian 33 dari seribu kelahiran,” katanya.

Dia berharap peluncuran program kesehatan ini bisa mengurangi angka kematian anak di NTB khususnya Lombok Tengah yang disebabkan oleh pneumonia. Pasalnya, pneumonia ini sebenarnya bisa dicegah, salah satunya dengan pemberian vaksinasi tepat waktu.

“Sehingga tidak seharusnya anak-anak meninggal karena penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan pemberian vaksinasi yang tepat,”ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri mengatakan, pneumonia ini seperti Covid-19 yang menyebabkan banyak anak-anak meninggal dunia. Karena itu, dia mengintruksikan dinas terkait untuk melakukan pencegahan.

“Penyakit ini akan jadi perhatian khusus pemerintah. Sekarang ini kita juga akan bersinergi dengan Save Children untuk mengatasi penyakit masyarakat terkait dengan paru-paru basah ini,”katanya.

Dari data Dinas Kesehatan, penemuan kasus penderita pneumonia balita di bawah usia 1 tahun di Lombok Tengah pada tahun 2019 sebanyak 1.103 dengan 4 angka kematian. Sementara di atas usia 1-5 tahun mencapai 1.390 dengan angka kematian 1 orang balita.

Sedangkan di tahun 2020, penemuan kasus pneumonia balita di bawah 1 tahun sebanyak 583 dengan nol angka kematian. Adapun kasus pneumonia balita di atas usia 1-5 tahun di tahun yang sama sebanyak 898 dengan 1 angka kematian.

Sementara data kasus pneumonia di tahun ini sudah mencapai 125 balita per April 2021. Angka tersebut adalah penemuan balita penderita pneumonia di bawah usia satu tahun. Sedangkan kasus balita berusia 1-5 tahun sebanyak 257 dengan angka kematian sebanyak tiga kasus.

Harun Anggo mengatakan, program Kesehatan (Melawan Kematian Anak di Bawah Lima Tahun karena Pneumonia) di Lombok Tengah ini akan dilaksanakan selama tiga tahun mulai April 2021-Maret 2024.

Save Children akan membantu pembiayaan dalam upaya meminimalisir kematian anak akibat pneumonia ini. Selain di Indonesia, program ini juga dilaksanakan di dua negara lain, yakni Cina dan Bangladesh.

“Diharapkan selama tiga tahun ini kita bisa meminimalisir kematian anak karena
Pneumonia. Syukur kalau bisa zero kasus,”imbuhnya.