Rute Laut Bali–Senggigi Jadi Terobosan Bangkitkan Pariwisata

115
Anggota komisi II DPRD Lobar, Abdul Majid, saat menghadiri expose rencana pembukaan rute baru jalur laut dari Bali menuju Senggigi. (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Kalangan DPRD Lobar mendukung pembukaan rute baru melalui jalur laut, dari Bali menuju Senggigi. Rencana Ini diakui dapat menjadi terobosan baru untuk mendorong perkembangan destinasi wisata yang masuk dalam rute tersebut. Terlebih dalam upaya kebangkitan ekonomi pasca-pandemi.

Anggota komisi II DPRD Lobar, Abdul Majid berharap adanya rute baru tersebut sebagai pintu khusus pariwisata nantinya dapat menguntungkan destinasi wisata yang satu dengan yang lainnya.

“Ini adalah terobosan yang harus kita dukung bersama demi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita, dan menghidupkan kembali pariwisata kita pasca pandemi,” ujar Majid, sapaan akrabnya, saat mengikuti ekspose rencana rute baru tersebut di Senggigi, Rabu (25/5).

Dengan dibukanya rute baru itu, kata dia, akan bisa menghadirkan mimpi dan harapan-harapan baru bagi para pelaku pariwisata. Khususnya untuk membangkitkan kembali semangat mereka setelah diterpa pandemi Covid-19.

“Tentu dengan rencana ini, pariwisata kita akan terbentuk. Ketika tamu bisa langsung dari Nusa Penida ke Gili Gede Sekotong, nanti di sana bisa menjual paket wisata lain, lalu menuju Senggigi,” bebernya. Hal ini dinilainya bisa memunculkan simbiosis mutualisme bagi destinasi wisata yang satu dengan yang lainnya.

CEO J-Trip, Putu Suciawan selaku partner dalam pembukaan rute baru ini juga menjelaskan pembukaan rute baru tersebut bertujuan mempermudah akses bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Gili Gede maupun Senggigi. Khususnya dengan rute yang bisa ditempuh langsung dari Bali.

“Rute dari Sanur (Bali) – Nusa Penida – Gili Gede – Senggigi ini kita buka untuk menunjang pariwisata Senggigi,” papar Putu. Dengan rute ini, wisatawan diyakini bisa lebih hemat waktu dan biaya perjalan wisata.

Jika menghitung total waktu yang ditempuh untuk rute ini, lanjut Putu, nantinya wisatawan hanya memerlukan waktu kurang lebih dua jam dengan kesempatan singgah di beberapa tempat yang juga disebutkannya. “Ini nanti costnya akan lebih hemat dan lebih mempersingkat waktu,” lugasnya.

Saat ini rencana pembukaan rute baru tersebut sudah sampai pada tahap realisasi. Proses yang sedang berjalan tinggal menunggu aturan dari dinas perhubungan di daerah, serta melengkapi dokumen-dokumen pendukung dan izin trayek. (yud)