SDM Pariwisata NTB Harus Kuasai Digital Marketing

Peserta pelatihan oleh AHLI NTB menerima materi terkait digital marketing, Kamis (8/10).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Perkembangan industri pariwisata NTB kedepan perlu diimbangi dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang terlibat di dalamnya. Terutama untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam pelayanan pariwisata yang ada.

Merespon hal tersebut DPD Association of Hospitality Leaders Indonesia (AHLI) NTB menggelar pelatihan untuk mengoptimalkan teknologi dalam penyusunan konten pariwisata yang ada, Kamis (7/10). Salah satunya dengan menyasar praktisi dari empat pilar pariwisata seperti perhotelan, agen perjalanan, restoran, dan akademisi.

“Kami mengadakan kegiatan content planner untuk meningkatkan kualitas SDM dalam digitalisasi pemasarannya,” ujar Ketua AHLI NTB, I Ketut M Jaya Kusuma. Sebagai langkah awal dari upaya peningkatan SDM pariwisata di NTB, pelatihan tersebut diikuti general manager, staf marketing dan e-commerce dari hotel, pemilik restoran, dan akademisi dan mahasiswa bidang pariwisata.

“Di batch satu ini ada 25 orang yang dilatih, dengan harapan bisa meneruskan (kemampuan) ke yang lainnya. Kemudian di batch dua akan diadakan juga (pelatihan) untuk pelaku UMKM, karena digital marketing perlu juga dilakukan oleh mereka,” jelas GM Holiday Resort Lombok tersebut.

Menurutnya, tantangan pariwisata NTB kedepan cukup besar. Terutama dengan gelaran MotoGP yang telah dikontrak hingga 10 tahun. Dengan kegiatan tersebut kebutuhan SDM dan akomodasi pariwisata diyakini akan ikut meningkat.

“Sedangkan sekarang ini SDM kita hospitality-nya masih sedikit kurang. Dari sekitar 18.000 tenaga kerja pariwisata yang kita butuhkan kedepannya, harus punya standar keahlian. Karena itu kita kejar dengan pelatihan-pelatihan dan program sertifikasi seperti yang dilakukan AHLI,” jelasnya.

Kepala Bidang Pelatihan dan Sertifikasi AHLI NTB, Anak Agung Eka Putri Dewi menyebut kegiatan pelatihan digital marketing tersebut merupakan kegiatan perdana yang digelar pihaknya untuk meningkatkan kualitas SDM. Baik keterampilan maupun pengetahuan para pelaku pariwisata dalam mempromosikan usahanya secara digital.

“Kedepannya kami akan mengadakan lebih banyak program untuk peningkatan kapasitas sumber daya itu. Terutama di empat pilar yang juga membentuk AHLI, antara lain perhotelan, agen perjalanan, restoran, dan akademisi,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan pariwisata saat ini menuntut peningkatan kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi prioritas. Dengan sendirinya digital marketing juga menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi pemilik usaha dan praktisi sektor pariwisata.

“Jadi kami memilih mengadakan kegiatan content planner untuk meningkatkan kualitas SDM dalam digitalisasi marketing sebagai program pertama setelah AHLI resmi terbentuk di NTB,” ujarnya.